Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kabiro Humas dan Pimpinan Bali Express Bahas Danu Kertih

29 April 2019, 21: 38: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kabiro Humas dan Pimpinan Bali Express Bahas Danu Kertih

KUNJUNGAN: Kunjungan Kabiro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, AA Ngurah Oka Sutha Diana (kanan) dan jajarannya, Senin (29/4), diakhiri dengan berswafoto atau selfie di halaman depan Kantor Bali Express. (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kepala Biro (Kabiro) Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, AA Ngurah Oka Sutha Diana bersama jajarannya, melakukan kunjungan ke Kantor Surat Kabar Bali Express, Senin (29/4).

Kunjungan itu merupakan pertama kalinya dilakukan pasca resmi dilantik sebagai Kabiro Humas dan Protokol oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 10 April 2019 lalu.

Kunjungan Kabiro Humas dan Protokol itu diterima langsung oleh Direktur Bali Express I Putu Suyatra, Pemimpin Redaksi Bali Express, I Ketut Ari Teja, dan Manajer Marketing I Komang Doktrinaya.

Menariknya, kunjungan itu tidak hanya diisi dengan perkenalan semata. Namun, momen singkat itu secara tidak langsung dipakai untuk mengulas visi Gubernur Bali Wayan Koster yang terangkum dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

 

Kebetulan, topik pembicaraan antara Kabiro Humas dan Protokol serta unsur pimpinan Bali Express mengenai rubrikasi. Salah satunya halaman tematik berjudul Balinese. Sebuah halaman yang memuat artikel mengenai budaya dan adat istiadat Bali, serta agama Hindu.

 

Seperti diterangkan Pimpinan Redaksi Bali Express, I Ketut Ari Teja, dalam beberapa edisi, Bali Express sempat mengangkat soal keberadaan kelebutan (mata air) di beberapa daerah di Bali yang disucikan hingga dipakai untuk melukat (pembersihan diri secara niskala).

 

“Ide awal mengangkat tema itu bermula dari upaya kami untuk mengkritisi harga air mineral yang lebih mahal dari bahan bakar. Dari situ, kami coba menelusuri. Rupanya tidak sedikit yang kualitas airnya baik,” sebut Ari Teja.

 

Bahkan, sambung dia, keberadaan mata air tersebut tidak hanya dipakai untuk melukat saja, tetapi juga untuk pengobatan karena ada yang mengandung belerang, serta ada juga yang airnya dipakai sebagai bahan baku air minum.

“Kami pikir, keberadaan beberapa mata air itu mesti diperhatikan pemerintah. Apalagi Gubernur punya visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satu penjabarannya Danu Kertih,” ujarnya.

Minimal, sambung Ari Teja, Pemprov Bali bisa membantu masyarakat di sekitar mata air tersebut untuk mendapatkan manfaat ekonomis. Pemprov Bali bisa membantunya dengan memberikan mereka mesin pompa kecil, serta memfasilitasi uji kualitas dan treatment air dari sumber tersebut agar bisa dikemas sebagai air mineral.

“Minimal air mineral itu dipakai untuk kegiatan di lingkungan desa adat. Ini sekaligus membangkitkan perekonomian desa adat maupun Bumdes. Karena sebagian besar kualitas airnya sudah bagus. Tinggal uji kualitas dan treatment lagi sedikit. Kami pikir, uji kualitas dan treatment itu bisa difasilitasi Pemprov,” pungkas Ari Teja.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia