Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Jro Mangku Suardana; TNI Aktif, Pengusadha yang Ngayah di Rambutsiwi

30 April 2019, 09: 43: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jro Mangku Suardana; TNI Aktif, Pengusadha yang Ngayah di Rambutsiwi

PROSESI: Jro Mangku Suardana tak hanya melayani umat yang sembahyang, tapi juga membantu mengobati umat yang sakit, yang prosesinya dilakukan di Pura Tirta lan Segara Rambutsiwi, Jembrana. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, JEMBRANA - Jro Mangku Suar, kini jadi panggilan akrab Pelda I Putu Suardana, setelah  dinobatkan umat menjadi salah seorang pemangku di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi  di  Jembrana. Aktivitasnya padat, selain jadi pengusadha, juga rajin menulis buku.

Jro Mangku Suardana merupakan seorang anggota TNI yang aktif sejak tahun 1997, dan hingga kini masih berdinas di Korem 163/Wirasatya. Pria yang lahir di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, 19 Arpil 1975 ini, sejak masa mudanya sudah  senang dengan kehidupan spiritual. Mengingat Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, merupakan salah satu pura yang menjadi tempat bersembahyang bukan saja umat Hindu di Bali, sehingga di luar kedinasannya Jro Mangku Suardana harus mengatur waktu ngayahnya (melayani umat)  ekstra ketat.

Pasalnya, tak hanya memimpin umat sembahyang, mendoakan, juga kerap memberikan pencerahan spiritual kepada umat yang tangkil (datang bersembahyang). Namun, putra dari pasangan Jro Mangku Waniya dan (Alm) Jro Mangku Sutiari ini, telah beberapa kali merampungkan penyusunan buku-buku keagamaan (khusus Hindu), seperti Buku Puja Pangastawa (Piodalan & Kramaning Sembah), Buku Tatwa Liak (Hakekat Lingga Aksara).


Bahkan, buku Tatwa Liak ini menarik karena memuat pelurusan sejarah tentang ajaran Liak di Bali, yang sejatinya ajaran tingkat sempurna, juga warisan adiluhung dari leluhur Hindu di Bali. Ajaran ini sejatinya adalah sebagai salah satu tuntunan dalam mencapai tingkatan Moksa yang merupakan tujuan akhir dari agama Hindu. Akan tetapi, selama ini selalu dikambinghitamkan (dipropaganda) hanya pada ranah kejahatan.

Kesibukannya  semakin padat, lantaran di samping sebagai pemangku
(pemimpin persembahyangan umat Hindu)  di Pura Rambutsiwi, Jro Mangku Suar juga pengusadha (melayani pengobatan) untuk umat yang menderita berbagai penyakit, termasuk stroke.  “Solusi penyembuhan yang saya lakukan mungkin sedikit berbeda dengan para pelaku kesehatan atau penekun spiritual lainnya,” ujarnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Rambutsiwi, akhir pekan kemarin. 


Dalam proses penyembuhan diakuinya menggunakan ranah Sekala (Alam Nyata) dan Niskala (Alam Bawah Sadar), dimana umat yang sakit akan diantar secara langsung untuk memasuki alam Niskala guna menemukan dan mengambil obatnya sendiri. “Sakit yang tidak ada obatnya di Alam Sekala, maka di Alam Niskala pasti ada, dan bisa sembuh atas mukzizat Tuhan,” terangnya


Ni Luh Wartini asal Jembrana,  salah satu dari sekian banyak umat yang sebelumnya menderita sakit, mengaku kini sudah sembuh dari sakit paru yang dideritanya atas perantara pengobatan dari Jro Mangku Suar. "Saya bahkan diobati saat sudah menjalani  11 hari opname di rumah sakit, dan astungkara saya sekarang sehat serta sembuh dari infeksi paru,” tegasnya. Diakuinya,


tidak hanya warga asal Bali saja yang pernah diobati dan sembuh, bahkan umat asal Jakarta dan Jerman yang sempat menderita stroke juga kini sudah sehat. "Tak hanya sakit sekala niskala, umat yang memohon sentana (keturunan) banyak yang berjodoh dan berhasil memiliki keturunan,” pungkasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia