Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Pantai Wates Yeh Malet; Favorit Jadi Objek Wisata Selfie

30 April 2019, 09: 52: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pantai Wates Yeh Malet; Favorit Jadi Objek Wisata Selfie

RAMAI: Penataan Pantai Wates Yeh Malet sudah direspon oleh wisatawan, bahkan pantai ini mulai ramai untuk selfie. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Rest area (tempat istirahat) di perbatasan Karangasem-Klungkung. Yakni di wilayah Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem mulai ditata oleh Pemkab Karangasem. Kini, kawasan tersebut tak sekadar menjadi rest area, melainkan menjadi objek wisata baru. Benarkah?

Penataan rest are tersebut dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Karangasem pada 2018. Salah satunya dengan membuat tulisan ‘Pantai Wates Yeh Malet’ dan menata di sekitarnya. Meski terlihat sederhana, tulisan itu ternyata mampu menarik pelancong. Salah seorang pedagang Ni Wayan Sari mengatakan, kawasan tersebut memang sudah banyak disinggahi sejak sebelum ditata. Biasanya hanya sekadar memandangi pantai atau menikmati kuliner yang berjejer di sana. Ada juga sebatas duduk-duduk, istirahat perjalanan. “Setelah ditata, banyak saya lihat memang khusus melali (jalan-jalan,Red) ke sini,” ujar Sari belum lama. Pemilik warung es kelapa muda itu pun menyebutkan, pengunjung yang datang tidak sebatas warga lokal di sana. “Kalau warga lokal (warga Antiga Kelod) kan saya tahu. Banyak ngaku dari Klungkung, Denpasar. Bahkan siswa pakai bus, banyak,” sambungnya.

Tak sedikit pengunjung yang datang ke sana berfoto atau selfie dengan latar belakang tulisan ‘Pantai Wates Yeh Malet’.

Pengunjung ramai saat hari libur dan Sabtu sore yang didominasi pasangan kaula muda. Mereka berdatangan sejak sekitar pukul 17.00. “Mungkin mereka pacaran. Setelah jam 7 malam, pulang,” tandas Sari.

Perbekel Antiga Kelod I Ketut Dresta juga mengakui hal itu. Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara pun lebih sering terlihat singgah ketimbang sebelum ditata. Setiap hari ada saja wisatawan lancong ke sana.  “Pokoknya setelah ditata, jadi semakin ramai. Kawasan itu menjadi objek selfie,” tegas Dresta.

Salah seorang pengunjung Komang Arya Swastika,21 mengatakan, setelah ditata, kawasan itu menjadi asyk dikunjungi. Remaja asal Tulikup, Gianyar ini mengaku rutin ke sana bersama keluarga hanya ingin melepas penak. “Sebelum ditata memang sering. Setelah ditata, semakin sering lagi,” jelasnya belum lama ini. Setahu dia, sebagian besar pengunjung menyempatkan diri berfoto di sana. Hanya saja tidak bisa dilakukan malam hari. Itu karena lampu penerangan tergolong minim. Sehingga tak bisa mengabadikan foto di malam hari. Ia lalu membandingkan dengan rest area Pantai Goa Lawah di timur Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Pengunjung bisa berfoto siang dan malam di sana karena tulis ‘Pantai Goa Lawah’ dilengkapi lampu penerangan. “Kalau yang di Yeh Malet ini bisa diisi lampu, tentu akan lebih menarik di malam hari,” jelasnya. Ia membandingkan, Pantai Wates Yeh Malet sebenarnya bisa lebih menarik dibandingkan Pantai Goa Lawah. Sebab ada beberapa kelebihan. Di antaranya areal lebih luas, pedagang juga banyak dan mulai ditata. “Kalau saya terus terang lebih tertarik ke Pantai Yeh Malet karena lebih luas, lebih indah,” tandasnya. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia