Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

PKK Desa Dalung Masuk 12 Nominasi Nasional

Lomba Kesatuan Gerak PKK dan KKBPK Nasional

01 Mei 2019, 21: 14: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

PKK Desa Dalung Masuk 12 Nominasi Nasional

VERIFIKASI: Wabup Suiasa menerima tim penilai dan verifikasi pemerintah pusat, serangkaian lomba Kesatuan Gerak PKK, KKBPK Kesehatan Tingkat Nasional tahun 2019, Selasa (30/4), di Wantilan Pura Dalem Gede, Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara. (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Masuk dalam 12 nominasi nasional, PKK Desa Dalung dinilai oleh tim Penilai dan Verifikasi Pemerintah Pusat dalam lomba Kesatuan Gerak PKK dan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan tingkat Nasional tahun 2019.

Penilaian Tim Pusat yang didampingi tim dari PKK, BKKBN Provinsi ini, dilakukan, Selasa (30/4), di Wantilan Pura Dalem Gede, Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara. 

Kedatangan Tim Pusat yang dipimpin Direktur KB Pusat drg. Widwiono bersama empat anggota tim dan Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suastini, disambut Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa.

Ikut mendampingi, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Ayu Suarthini Parwata, Wakil Ketua II PKK Badung Rasniarthi Adi Arnawa, Camat Kuta Utara AA Ngurah Arimbawa, Kadis PMD Badung Putu Gede Sridana, dan Kepala Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya serta OPD terkait.

Kegiatan diawali dengan peninjauan stand-stand UKM dari masyarakat Desa Dalung oleh tim Penilai Pusat dan Provinsi.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dalung, Suratini Arif Wiratya melaporkan, Desa Dalung secara administratif terdiri dari 23 banjar dinas dengan luas wilayah 675,71 hektare dan jumlah penduduk 21.332 jiwa. Desa Dalung memiliki 284 kelompok dasa wisma dari 5.395 kepala keluarga. Jumlah kader yang mendukung kegiatan PKK terdiri dari tim-tim penggerak PKK sebanyak 25 orang, kader dasa wisma 852 orang, kader UP2K PKK 3 orang, kader posyandu 125 orang, kader BKB 80 orang, kader BKR 80 orang, kader BKL 70 orang, kader PHBS 115 orang dan kader LBS 115 orang.

Program dan kegiatan yang dilaksanakan TP PKK Desa Dalung, kata dia, terinspirasi dari kebijakan program yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung dengan konsep Tri Kona yaitu kebijakan pelayanan masyarakat dari lahir, hidup dan mati.

 "Hal ini kami implementasikan dalam kegiatan, di antaranya pelaksanaan posyandu di seluruh Desa Dalung, pembinaan BKB, BKR dan BKM kesatuan gerak PKK dan KKBPK kesehatan, mewujudkan lingkungan bersih dan sehat serta mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi dalam melakukan rukun kematian," paparnya.

Sementara itu, Wabup Suiasa menyampaikan, kegiatan ini memiliki makna dalam membangun masyarakat secara umum. Kegiatan ini tidak terpaku dengan penilaian saja, tetapi momentum ini digunakan sebagai bentuk motivasi bersama agar menjadi lebih baik.

 "Momentum ini digunakan untuk memperbaiki sekaligus melakukan pembenahan dalam rangka pemberdayaan masyarakat, di antaranya dari faktor kesehatan, keluarga berencana dan gerakan PKK di Kabupaten Badung," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut wabup, kehadiran tim tidak hanya melakukan penilaian, tetapi dapat memberikan arah perbaikan untuk perencanaan pembangunan, sehingga berjalan dengan baik dan bersinergi dengan masyarakat.

 "Intinya, kami ingin melakukan pemberdayaan masyarakat yang sejahtera dan menjadikan manusia yang berkualitas, “ terangnya.

Direktur KB Pusat, drg. Widwiono menyampaikan, program KKBPK merupakan program dasar pembangunan keluarga. Untuk mewujudkan hal itu, diharapkan dalam institusi masyarakat secara berjenjang mulai dari dasa wisma, PKB, PPKBD, sub-PKKBD, Posyandu, Poskesdes, Posbindu, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, dan UPPKS mendapatkan perhatian bersama.

Dikatakan pula, Desa Dalung masuk 12 nominator dari 34 Provinsi dan 534 Kabupaten/Kota yang dinilai tim pusat. Widwiono mengusulkan, ke depannya  pemerintah Kabupaten Badung membuat Quality Card sebagai dasar untuk menjadi inovasi Kabupaten Badung yang sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 60 tahun 2013 tentang pengembangan anak usia dini, holistik dan integratif. Sasarannya adalah balita di bawah naungan institusi KB dalam posyandu.

"Tujuannya untuk memantau kualitas kesehatan balita, mempersiapkan balita menjadi anak yang mempunyai intelejensia kuat dan pembentukan karakter bangsa," tegasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia