Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sekolah Terdekat, Warga Banjar Harus Prioritas

02 Mei 2019, 08: 13: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sekolah Terdekat, Warga Banjar Harus Prioritas

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Musim tahun ajaran baru tinggal hitungan bulan lagi. Seperti yang sudah-sudah, musim ini akan diawali dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Di tahun ini, prosesnya akan berlangsung pada pertengahan Juni 2019 mendatang.

Acuan pelaksanaannya masih sama seperti tahun lalu. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018. Artinya masih pakai sistem tiga jalur.

Sesuai Pasal 16 dalam peraturan itu, komposisinya 90 persen dari kuota menggunakan jalur zonasi, lima persen dari kuota jalur prestasi, dan lima persen dari kuota jalur perpindahan orang tua.

Sedangkan, PPDB untuk jenjang SMK memakai jalur reguler. Termasuk untuk calon peserta didik dari banjar adat, anak dari keluarga tidak mampu, dan anak inklusi. “Ketentuan jalur zonasi memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah sesuai zona yang telah ditetapkan berdasarkan alamat KK yang tercetak minimal enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB,” jelas Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan, UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Anak Agung Gde Rai Sujaya, Selasa lalu (30/4).

Dia menambahkan, KK atau kartu keluarga bisa diganti dengan Surat Keterangan Domisili. Dan, jalur zonasi penerapannya dibagi menjadi empat. Di antaranya zonasi, calon peserta didik dari banjar atau desa adat, anak dari keluarga tidak mampu, serta anak inklusi.

Jalur untuk anak banjar atau desa pakraman lantaran ada beberapa sekolah yang dibangun memanfaatkan aset banjar atau desa adat. Kemudian disana ada perjanjian bahwa anak-anak di desa tersebut mesti diprioritaskan untuk diterima.“Ini tidak melanggar ketentuan karena hampir semua desa adat yang melakukan perjanjian dengan pihak sekolah adalah desa atau banjar adat yang terdekat lokasinya dengan sekolah,” jelasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia