Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gaji Veteran Rp 2,6 Juta Disunat, Hanya Terima Rp 812 Ribu

03 Mei 2019, 07: 53: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gaji Veteran Rp 2,6 Juta Disunat, Hanya Terima Rp 812 Ribu

DISUNAT: Gaji veteran aja disunat, bagaimana yang lain? (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN – Gaji yang diterima para veteran saat ini tentu tidak sebanding dengan pengorbanan mereka kepada tanah air. Sayang, sudah nominalnya kecil, masih ada oknum yang diduga tega memotong seenaknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, oknum petugas Kantor Pos Kerambitan, Tabanan diduga telah menilep gaji yang diberikan kepada veteran setiap bulannya. Bahkan salah seorang anak dari veteran yang menerima dana tersebut sudah melaporkan hal itu ke Polres Tabanan.

Dari penelusuran Bali Express (Jawa Pos Group), pelaporan itu bermula setelah salah seorang ahli waris veteran asal Kecamatan Kerambitan, hendak mengambil gaji pesiun veteran sang ayah yang meninggal November 2018 lalu. "Karena ayah saya meninggal bulan 11 maka bulan 12 (Desember,Red) 2018 saya ambil gaji ayah saya ke Kantor Pos Kerambitan," ujar IPS, 48, Kamis (2/5).

Sayangnya petugas di Kantor Pos Kerambitan menyampaikan bahwa gaji sang ayah belum keluar sehingga IPS pun pulang dengan tangan hampa. Hal serupa ia alami saat hendak mengambil gaji di bulan Januari 2019, bahkan di bulan Januari ia ke Kantor Pos Kerambitan sampai dua kali untuk menanyakan perihal gaji tersebut, namun jawabannya sama yaitu gajinya belum keluar.

Seiring berjalannya waktu, ia mendengar informasi dari beberapa veteran bahwa memang sering kali bermasalah saat mengambil gaji di Kantor Pos Kerambitan. "Saya iseng tanya ke Kantor Legiun Veteran di Tabanan, karena memang saya hanya mengandalkan gaji ayah saya untuk bekal sekolah anak," imbuhnya.

Di Kantor Legiun Veteran, diketahuilah bahwa ayah IPS memang masih memiliki gaji terusan sebanyak 6 kali dan telah diurus oleh pihaknya. Akhirnya petugas di Kantor Legiun Veteran pun menyarankan untuk menanyakan hal tersebut ke Taspen agar mendapatkan surat untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Pos Kerambitan. "Akhirnya saya dicarikan surat ke Taspen, dan surat itu saya bawa ke Kantor Pos Kerambitan bulan Februari 2019 lalu," paparnya.

Anehnya, setelah IPS menunjukkan surat tersebut, barulah petugas kelimpungan, hingga akhirnya membayarkan gaji ayah KS selama tiga bulan yakni bulan Desember 2018, Januari 2019, dan Februari 2019, setelah didesak oleh IPS.

 "Awalnya petugas itu kelimpungan, bilang petugas yang biasanya ngurus gaji sedang keluar, lalu nelepon sana sini, dan akhirnya saya di-print-kan data yang ternyata gaji ayah saya sudah  keluar sejak bulan Desember itu, lalu nyuruh saya datang lagi sorenya. Karena saya desak akhirnya dikasih," jelasnya.

Nominal gaji yang diterima pun sudah tepat yakni Rp 2.600.000 per bulannya. Namun masalah kembali muncul saat ia menerima gaji bulan Maret dan April 2019, karena nominal gaji yang diterima hanya Rp 812.000. "Kenapa dapatnya cuma segitu, saya sempat tanya ke Kantor Pos. Katanya memang segitu yang keluar, jadi segitu yang dikasi ke saya," sambung IPS.

Di sisi lain, IPS kembali mendengar desas-desus di kalangan sesama keluarga veteran bahwa ada permasalahan lagi sehingga ia kembali mengecek slip penerimaan gaji ayahnya. Benar saja, September 2018 lalu sang ayah tidak mendapatkan gaji, melainkan hanya mendapatkan rapelan gaji.

Selanjutnya gaji di bulan Oktober dan November 2018 ternyata gaji yang didapatkan oleh ayahnya adalah nominal gaji lama. "Mulai bulan Januari 2018 ada kenaikan gaji dari Rp 2.150.000 menjadi Rp 2.600.000. Nah kenaikannya ini dibayarkan bulan September 2018, sedangkan gaji bulan September itu ternyata tidak dibayarkan," lanjut sembari mengatakan, bahwa veteran yang mengambil gaji di BPD dan BRI tidak mengalami permasalahan tersebut.

Setelah rembuk dengan korlap veteran masing-masing desa, ternyata hal itu banyak dialami para veteran, hanya bulannya yang berbeda. "Misalnya ada yang bulan A diberikan gaji lama, ada yang bulan A diberi gaji baru, pokoknya berbeda-beda," imbuh IPS.

Akhirnya veteran se-Kecamatan Kerambitan yang jumlahnya 100 lebih pun berkumpul untuk membahas persoalan tersebut. Kebetulan hanya IPS lah yang membawa data lengkap tentang gaji sang ayah sehingga IPS diminta melaporkan hal tersebut ke Polres Tabanan mewakili para veteran pada tanggal 29 April 2019 lalu. Jika dihitung, KS mengalami kerugian mencapai Rp 7 juta lebih. "Saya sebenarnya cuman ingin hak saya, tidak ada maksud melaporkan siapa-siapa," imbuhnya.

Setelah hal itu dilaporkan, sejumlah korlap veteran masing-masing desa dihubungi oleh pihak Pos yang mengatakan akan membayarkan gaji para veteran yang menuntut tersebut.

 "Yang mengumpulkan tuntutan ada sekitar 80 orang, katanya akan dibayarkan yang 80 orang itu. Saat dengar itu saya heran, kalau memang tidak ada permasalahan, kenapa pihak Pos mau membayarkan," singgungnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Kantor Pos Tabanan, A. Saiful Bahri enggan berkomentar banyak. Ia mengatakan, laporan itu masih didalami oleh pihaknya. "Masih  kami dalami," ujarnya singkat.

Setiap bulannya, veteran yang terdata memang mendapatkan dana bantuan (gaji) yang diberikan oleh provinsi. Meskipun veteran tersebut sudah meninggal, akan tetap mendapatkan gaji apabila istrinya masih hidup (janda veteran).

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia