Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah

Wabup Suiasa: Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

03 Mei 2019, 08: 43: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wabup Suiasa: Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

PENGHARGAAN: Wabup Suiasa menyerahkan penghargaan kepada guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi saat apel Peringatan Hardiknas dirangkai dengan Hari Otda ke-23 Tahun 2019 di Lapangan Puspem Badung, Kamis (2/5). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Puspem Badung, Kamis (2/5). Apel juga dirangkai dengan Hari Otonomi Daerah ke-23 Tahun 2019.

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendy yang disampaikan Wabup Suiasa menekankan, Presiden RI dalam banyak kesempatan menyampaikan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.

 Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hardiknas tahun ini yakni ‘menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan’. “Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara, terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan, guna membingkai hadirnya SDM-SDM yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,” ungkapnya.

Diakui, anggaran pendidikan 63 persen dikelola daerah. Oleh karena itu, dalam penguatan SDM yang berkualitas akan berjalan secara optimal, manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada, proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan.

Ini terkait dengan Hari Otda ke-23 yang mengambil tema ‘meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang lebih baik, melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif’. “Dengan semangat Hari Otda dapat merefleksi kembali makna otonomi daerah dan menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik bagi negeri ini,” terangnya.

Usai apel, Suiasa mengatakan, stakeholder yang berkaitan dengan pendidikan, baik itu pemerintah, guru, tenaga kependidikan, masyarakat serta pengusaha, memiliki tanggung jawab moral dan formal yang sama. Tujuannya menyukseskan penyelenggaraan pendidikan nasional, sesuai dengan tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk itu, stakeholder tersebut hendaknya saling memberikan perkuatan, harus saling bersinergi dan membangun komunikasi yang produktif. Sehingga proses penyelenggaraan pendidikan, begitu pula hasil-hasil yang dicapai dalam pendidikan itu berkualitas dan bermutu. Di samping itu,  juga melahirkan SDM yang memiliki kemampuan intelektualitas, kualitas emosional dan kualitas spiritual. “Tiga kulitas ini yang harus dimiliki anak didik kita,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa juga menyerahkan penghargaan kepada guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi. Juara I guru berprestasi jenjang TK diraih Ni Komang Ariani dari TK Shiva Gangga Kuta Selatan. Juara I guru berprestasi jenjang SD, Yetty Yosafina Ngelo dari SD Nomor 2 Canggu. Juara I guru berprestasi jenjang SMP, Desak Made Rukmini yang mengajar di SMPN 2 Kuta. Juara I kepala sekolah TK berprestasi Ida Ayu Sri Widiani dari TK Pom Pom Kuta Utara. Juara I kepala SD berprestasi Ida Ayu Gede Diatmi dari SD 5 Mengwitani. Juara I kepala SMP berprestasi Agus Suastika Adiputra, yang mengajar di SMP Widiatmika. Juara I pengawas SD berprestasi I Wayan Suleman yang menjadi Pengawas SD Kecamatan Abiansemal. Sedangkan Juara I pengawas SMP berprestasi, I Nyoman Sulantra.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia