Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

BPJS Minta Rumah Sakit Segera Perbarui Status Akreditasi

03 Mei 2019, 10: 10: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

BPJS Minta Rumah Sakit Segera Perbarui Status Akreditasi

AKREDITASI : Ni Made Adhe Sugi Windariani memberikan penjelasan mengenai status akreditasi RS (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - BPJS Kesehatan Cabang Denpasar kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit yang menjadi mitranya  untuk memperbarui status akreditasi sesuai regulasi yang berlaku. Lantaran ini menjadi persyaratan yang wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Danpasar, Ni Made Adhe Sugi Windariani. "Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak senap warga negara agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu. Akreditasi ini tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri," ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, akreditasi sebagai persyaratan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, seharusnya diberlakukan sejak awal tahun 2014, seiring dengan pelaksanaan program JKN-KIS.

Lantaran perlu memperhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubanan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 41 Ayat 3.

"Kami sudah bekali-kali mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi awal tahun lalu. Pemerintah sudah memberikan kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah telah memberikan surat rekomendasi kepada sejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi, agar paling lambat 30 Juni 2019 harus sudah terakreditasi. Hingga akhir April 2019, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di antaranya, 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama. Dari jumlah itu, 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan pada Desember 2018 lalu belum terakreditas. Namun saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit.

Di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, tercatat sebanyak 7 rumah sakit yang akreditasinya sudah mau habis. Bahkan, salah satu rumah sakit, yaitu RS Bhakti Rahayu Denpasar,  akreditasinya sudah habis dan telah berhenti kerja sama sejak 4 April lalu.

 "Kepada para peserta, jangan khawatir bisa dialihkan ke rumah sakit lain yang masih ada layanannya. Kami mengapresiasi pihak rumah sakit Bhakti Rahayu yang sudah melakukan langkah-langkah untuk perpanjangan akreditasi. Mereka datang ke sini dan ke Kementerian Kesehatan untuk mengurus persyaratan perpanjangan akreditasi," tandasnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia