Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bolos Sekolah, Satpol PP Gelandang Belasan Pelajar

03 Mei 2019, 21: 47: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bolos Sekolah, Satpol PP Gelandang Belasan Pelajar

DIAMANKAN: Belasan siswa dari beberapa sekolah di Kabupaten Jembrana digiring ke Kantor Satpol PP, setelah sebelumnya diamankan dari salah satu warung di Banjar Puana, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jumat (3/5) pagi. (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Jembrana, Jumat (3/5) pagi mengamankan belasan siswa-siswi. Mereka kedapatan nongkrong di salah satu warung saat jam sekolah. Saat diamankan, belasan pelajar itu ada yang masih berpakaian sekolah lengkap, ada  juga yang berpakaian bebas.

Bahkan beberapa di antaranya diamankan saat berada dalam kamar di warung yang terletak di Banjar Puana, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara. Mereka yang diamankan, yakni 10 orang pelajar SMA/SMK dan 3 orang siswi lainnya merupakan pelajar satu SMP di Kecamatan Mendoyo.

Mirisnya, saat diamankan, ketiga siswi pelajar SMP ini sempat mengelabui petugas, dengan menyebut mereka bersekolah di salah satu sekolah SMA di Kecamatan Mendoyo. Namun kedok mereka terkuak, setelah di dalam tas mereka,ditemukan seragam olah raga lengkap dengan emblemnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jembrana, Ni Nengah Wartini, sangat menyayangkan siswa yang membolos. Pihaknya minta semua pihak, baik sekolah dan orang tua, keluarga serta masyarakat berperan aktif dalam pengawasan anak-anak, terutama anak sekolah.

“Kami merasa sangat prihatin karena sesungguhnya kami sering sekali mengimbau kepada sekolah, orang tua dan masyarakat agar menjaga anak-anaknya untuk bisa menerapkan displin dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelajar,” paparnya.

Selain itu, Wartini yang juga didampingi Kabid Pendidikan, I Nyoman Wenten, berterimakasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kepada Satpol PP terkait adanya aktivitas anak sekolah yang tidak wajar pada jam sekolah di lingkungan mereka. Ke depan, hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

 Pihaknya,  diakui Wartini, juga telah memanggil kepala sekolah beserta guru BK ke tiga siswi SMP tersebut, untuk mengetahui sejauh mana perilaku sehari-hari dari ketiga siswi tersebut saat di sekolah.

Kepada pihak sekolah, Wartini mengimbau, lebih mengintensifkan pengawasan serta peran guru BK, untuk memberikan pembinaan terhadap tiga siswi SMP yang ditemukan membolos bersama 10 siswa SMA/SMK ini.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia