Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Bangkai Kapal USS Liberty, Sorga Bawah Laut

04 Mei 2019, 12: 06: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bangkai Kapal USS Liberty, Sorga Bawah Laut

ALAM BAWAH LAUT TULAMBEN: Bali memang menjadi pulau idaman dunia. Tak hanya di daratan, alam bawah laut Bali juga menjadi surga yang membuat semua kepincut untuk menyelami. Seperti di Kawasan Tulamben ini. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Menyelam dan snorkeling menjadi dua aktivitas wisata yang tidak bisa dipisahkan dan dari aktivitas wisata di Bali. Ini karena Pulau Bali memiliki banyak sekali spot menyelam yang sangat indah. 

Salah satunya adalah Tulamben, meskipun berlokasi di Kabupaten Karangasem yang secara geografis sangat dekat dengan Gunung Agung, namun aktivitas wisata di Desa Tulamben tetap berjalan dengan baik, bahkan aktivitas wisata di Tulamben menjadi salah satu yang terpadat di Karangasem.

Perbekel Tulamben, Nyoman Ardika,  ketika diwawacarai Jumat kemarin mengakui, Tulamben menjadi salah satu spot wiasata favorit bagi wisatawan asing maupun domestikn yang datang ke Bali. "Aktivitas wiaata bahari yang paling diminati adalah menyelam, secara umum, Tulamben punya empat spot menyelam," jelasnya.

Empat spot menyelam tersebut adalah,  USS Liberty Shipwreck, Suci's Place, Tulamben Wall dan Golden Coral. Empat ini menjadi surge bawah laut Tulamben. Tetapi yang paling menarik untuk dijelajahi adalah bangkai kapal Perang Asal Amerika yang katanya di Pantai Tulamben yakni USS Liberty. 

USS Liberty ini dikatakan Ardika merupakan ikon dari wisata bahari di Tulamben, spot wisata ini, dilanjutkan Ardika mulai populer dikalangan wisatawan asing maupun lokal sejak tahun 2003. "Sebelum tahun 2003, wisatawan yang diving di kawasan ini sdh cukup banyak, namun boomingnya pada tahu 2003, karena wisatawan asing khususnya dari Eropa dan Amerika lebih suka menyelam di kawasan ini," paparnya.

Diceritakan Ardika, USS Liberty menjadi spot diving terbaik saat ini di Tulamben karena reruntuhan kapal perang asal Amerika ini sekarang sudah menjadi rumah bagi ribuan ikan dan biota laut lainnya. Sehingga kapal karam ini membentuk sebuah koloni terumbu karang yang cantik. 

Adapun sejarah dari karamnya kapal USS Liberty ini diceritakan lelaki berkacamata ini, dimana kapal perang ini pada tahun 1942 digunakan untuk membawa bagian-bagian rel kereta dan karet untuk kepentingan perang dari Australia ke Filipina. Namun ditengah perjalanan, kapal tersebut terkena torpedo kapal Jepang di Sebelah barat Selat Lombok. Karena itu, kapal inipun dikatakan Yudi mengalami kerusakan yang cukup berat dan rencananya dibawa ke Singaraja untuk perbaikan di Pelabuhan milik VOC.

Namun sebelum sampai di Singaraja, kapal ini tidak bisa meneruskan perjalanan dan berhenti di Desa Tulamben. "Kapal ini teronggok selama 21 tahun di Pantai Tulamben, hingga pada saat letusan Gunung Agung tahun 1963, karena efek letusan yang dahsyat maka kapal ini bergeser hingga 30 meter dari bibir pantai," paparnya.

Lantas bagaimana menikmati wisata bahari di Ikon Diving Desa Tulamben ini? Made Yudi, salah satu master dive dari USS Liberty Shipwreck mengatakan waktu terbaiknya adalah pada pagi hari dan sore hari setelah pukul 15.00. Selain waktu yang harus diperhatikan, adalah faktor cuaca, karena jika cuaca sedang cerah, maka pemandangan terumbu karang akan terlihat dengan jelas. Sedangkan jika musim hujan, aktivitas menyelam sedikit terganggu. 

Hal ini karena air laut yang keruh maka akan mempengaruhi visibilitas atau jarak pandang di bawah laut. "Tapi setelah tahun rata-rata  visibility saat ini cukup bagus, sekitar 10 meter," ungkapnya. 

Yang bisa dinikmati di reruntuhan kapal karam ini, adalah sensasi berenng di gugusan terumbu karang lengkap dengan biota lautnya. Mulai dari sekelompok ikan kakak tua, gerombolan ikan barakuda, nudibranch hingga kuda laut pygmi.  

Diving Wajib Dengan Dive Master

UNTUK diving di Pantai Tulamben ini, diakui Yudi bisa dilakukan oleh siapa saja, sesuai dengan berbagai tingkat keahlian menyelam. "Tentunya untuk keselamatan, aktivitas ini harus didampingi oleh dive master untuk memastikan. Keamanan dan keselamatan selama di aktivitas menyelam dilakukan," jelasnya. 

Dive master yang bertugas mendampingi wisatawan ini bisa ditemukan dengan mudah, karena hampir disetiap penginapan di Tulamben menyediakan jasa dive master. Untu durasi menyelam, sekali menyelam, Yudi mengatakan memiliki durasi yang berbeda tergantung paket yang diambil. 

Ada paket 30 menit, namun jika level si penyelam sudah tinggi, maka wisatawan bisa memilih paket dengan durasi yang lebih lama, sekitar 1 jam sampai dengan 1,5 jam. Untuk harga, paket menyelam di kawasan ini dibanderol mulai dari Rp 350 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta per pax. 

Meskipun menjadi salah satu ikon wiaata Bahari di Bali, namun diceritakan Ardika, Perbekel Tulamben, Nyoman Ardika mengakui aktivitas wiaata di kawasannini masih terbentur beberapa kendala. Salah satunya adalah akses jalan ke lokasi diving ketika musim hujan. 

"Tepatnya di kawasan Central Parkir, jika musim hujan, aksea menuju parkiran akan terputus, karena ada kiriman air bah dari atas, sehingga memutus jalan utama, kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk masalah kiriman air bah ini," harapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia