Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Permen Baru Bikin Proyek Fisik Terhambat

06 Mei 2019, 18: 28: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Permen Baru Bikin Proyek Fisik Terhambat

Kepala Dinas PUPR Karangasem Ketut Sedana Merta (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Proyek pembangunan fisik yang sebagian besar ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karangasem, agak terhambat. Sebah hingga awal Mei ini belum ada berjalan. Hal itu akibat adanya Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 7 Tahun 2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia.

Dengan adanya peraturan tersebut, dinas setempat harus membuat ulang dokumen proyeknya sebelum masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk proses tender. “Kami target awal Juni sudah ada berjalan,” ujar Kepala Dinas PUPR Karangasem Ketut Sedana Merta, Senin (6/5) kemarin.

Sedana Merta didampingi Kepala Bidang Bina Marga Ketut Prama Budarta menjelaskan, sejumlah dokumen proyek konstruksi sebenarnya sudah sempat masuk ke ULP. Belakangan diketahui ada permen baru. Dan, dokumen itu harus menyesuiakan dengan peraturan tersebut. Ada beberapa hal harus disesuaikan. Misalnya keamanan dan keselamatan kerja.

“Jadi kami harus sesuaikan lagi, makanya belum ada masuk tender,” tegas Sedana Merta. Agar pembangunan fisik tidak terhambat, pihaknya akan terus komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Salah satunya ULP. Termasuk koordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain, karena bangunan fisik tidak hanya dianggarkan Dinas PUPR.

“Kami harus berkoordiansi juga ke provinsi. Inilah yang sedikit memakan waktu sehingga sedikit menghambat,” jelas mantan Kepala Bappeda Karangasem itu.

Bagaimana dengan proyek yang butuh waktu pengerjaan panjang? Sedana Merta mengaku bakal melakukan evaluasi, mencermati proyek-proyek yang pengerjaannya butuh waktu panjang. Meski tak merinci proyek tersebut, ia memastikan beberapa proyek butuh waktu enam bulan (180 hari) untuk menyelesaikannya. Jika awal Juni baru bisa dimulai, tentu waktunya akan sangat mepet karena enam bulannya jatuh di Desember.  

“Awalnya kami target Oktober kegiatan sudah rampung, tapi kalau dilihat sekarang ini palingan molor hingga November. Tapi kalau kira-kira Desember tidak bisa tuntas, lebih baik kami evaluasi dulu,” tandasnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia