Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features

Sempat Hilang Ingatan, Ketua Panwas Rendang Mengigau Jaga NKRI

06 Mei 2019, 18: 35: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sempat Hilang Ingatan, Ketua Panwas Rendang Mengigau Jaga NKRI

DIRAWAT: I Gede Artana mendapat perawatan di RS Sanjiwani, Senin (6/4). (ISTIMEWA)

Share this      

Pemilu yang pencoblosannya 17 April menyisakan duka bagi jajaran penyelenggara. Beberapa orang meninggal dunia. Ada pula masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya I Gede Artana, 50, Pengawas Pemilu Kecamatan Rendang, Karangasem. Kini tergolek di Rumah Sakit (RS) Sanjiwani, Gianyar. Seperti apa?

 

I MADE MERTAWAN, Amlapura

 

INFORMASI yang diperoleh Bawaslu Karangasem, Artana mengalami gagal ginjal. Sebelum mendapat perawatan di RS setempat, Artana --pria bujangan asal Desa Rendang sempat mendapat perawatan di Puskesmas Rendang. Itu setelah kondisinya drop Sabtu (4/5) lalu. Ia dibawa keluarganya ke puskesma. Dirawat semalam, lalu diperbolehkan pulang Minggu siang. Namun kondisinya tetap belum pulih.

Artana sempat dikabarkan hilang ingatan. Selain tak merespons ketika diajak komunikasi, dia tidak mengenali semua rekan yang membesuknya. Hal itu pun sempat membuat jajaran Bawaslu Karangasem, dipimpin Ketua Bawaslu Putu Gede Suastrawan menjenguk Artana di rumahnya, Senin (6/5).

Karena kondisinya belum pulih betul, Artana langsung diajak periksa kesehatan, lalu dirujuk ke RS Sanjiwani. “Saat kami jenguk beberapa orang bisa dikenali,” ujar Suastrawan didampingi Koordinator Sekretariat Bawaslu Karangasem Gede Parwata.

Untuk biaya perawatan Artana, Bawaslu Karangasem sudah komunikasi dengan Bawaslu Bali maupun Bawaslu di pusat. “Kami sudah perintahkan pengawas di kecamatan ikut pantau kondisi Artana,” terang Suastrawan.

Berdasarkan informasi keluarganya, sambung Parwata, kondisi Artana sudah tidak fit sejak rekapitulasi perolehan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rendang pada 22-28 April. Ia sempat diperiksa tim medis yang ditugaskan mengawal petugas rekapitulasi. Namun karena merasa bertanggungjawab, Artana berusaha mengikuti tahapan rekapitulasi semua desa di Kecamatan Rendang, yakni 6 desa dengan 135 TPS.

“Setelah pleno PPK itu dia semakin drop,” ujar Parwata.

Masih berdasarkan keterangan pihak keluarga, lanjut Parwata, Artana beberapa kali mengigau soal pekerjaan sebagai Panwaslu. Misalnya “aduh lagi dua desa belum pleno”. Sempat juga mengigau soal Pancasila, yaitu “Jaga Pancasila, NKRI harga mati”.

Artana bukan orang baru di jajaran pengawas pemilu. Ia disebut-sebut hampir setiap hajatan politik ikut sebagai pengawas tingkat kecamatan. Selama bertugas sebagai panitia ad hoc juga dikenal bertanggungjawab. Sehingga langganan jadi ketua. “Informasinya sejak 1998 sudah jadi pengawas di kecamatan,” tandas Parwata.

Selain Artana, ada dua orang jajaran Bawaslu Karangasem lainnya juga sakit. Yakni Ni Nyoman Triswati, 31. Ia adalah Pengawas TPS 9 Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Wanita hamil asal Desa Jungutan itu mengalami keguguran setelah bertugas pada 17 April. Ada juga anggota Panwaslu Kecamatan Selat I Ketut R. Putu Antara yang mengalami kecelakaan saat menghadiri undangan penggantian antarwaktu (PAW) komisioner Panwaslu Bebandem pada 22 Februari 2019.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia