Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Bawaslu Bali Besuk Anggota Panwascam yang Hilang Ingatan

Ginjalnya Kering dan Sempat Cuci Darah

07 Mei 2019, 20: 13: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bawaslu Bali Besuk Anggota Panwascam yang Hilang Ingatan

BESUK: Jajaran Bawaslu Bali, dipimpin Ketut Ariyani, Selasa (7/5), membesuk Gede Artana, anggota Panwascam Rendang yang dirawat di RS Sanjiwani lantaran hilang ingatan. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemilu kali ini memang benar-benar menyedot tenaga para pelaksananya, khususnya mereka yang berada di tingkat bawah. Buktinya, banyak petugas yang sakit, kecelakaan hingga meregang nyawa.

Seperti yang dialami I Gede Artana,52, Panwascam Kecamatan Rencang yang sampai kehilangan ingatan. Saat ini, Artana menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit (RS) Sanjiwani.

Hasil diagnosa, ginjal Artana diduga kering. Hal itu terungkap, saat jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali dipimpin Ketut Ariyani membesuknya, Selasa  (7/5).

Selain Ariyani, dua orang anggota Bawaslu lainnnya yang turut membesuk antara lain I Wayan Wirka dan I Ketut Rudia. Mereka membesuk ke RS Sanjiwani setelah mendapatkan kabar bahwa Artana tiba-tiba hilang ingatan saat mengawasi jalannya proses rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Semula Artana sempat rawat jalan di Puskesmas setempat. Namun, karena kondisinya terus memburuk, Senin (6/5) akhirnya dirujuk ke RS Sanjiwani.

Ariyani menyebutkan, secara informal pihaknya sudah melaporkan kejadian yang dialami Artana. Karena itu, pihaknya juga datang membesuk untuk mencari informasi detail mengenai peristiwa yang dialami Artana.

“Secara informal kami sudah laporkan ke Bawaslu RI, sebagai instruksi yang sudah disampaikan sebelumnya, dengan harapan agar yang bersangkutan mendapatkan santunan,” jelas mantan ketua Panwaslu Buleleng ini.

Sampai sejauh ini, sambungnya, sudah ada beberapa jajarannya yang meninggal, sakit, atau mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kecacatan. "Jajaran kami ada dua orang meninggal, satu orang kecelakaan patah tulang, dan yang terakhir kami laporkan adalah ketua Panwascam Rendang," imbuhnya.  

Pihaknya berharap pihak keluarga sabar dan tabah menjaga Artana. “Kami berharap yang bersangkutan cepat diberikan kesembuhan,” tukas Ariyani.

Dari cerita yang diperoleh dari pihak keluarga, Artana sempat menjalani rawat jalan di Puskesmas Rendang. Saat itu, kondisi Artana sudah merosot. “Habis itu balik ke rumah lagi. Tapi ternyata kondisinya terus drop. Sampai akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” jelas salah seorang keluarga Artana kepada rombongan Bawaslu Bali.

Sementara Wayan Sudarma, rekan kerja Artana di lapangan, menambahkan bahwa Artana sudah sakit saat mengawasi proses distribusi logistik. Dalam kondisi seperti itu, Artana rupanya masih terus bertugas.

“Pada tanggal 16 April saya bersama beliau sempat patroli menemui teman-teman Pengawas TPS hingga pukul 03.00 dini hari. Lanjut 17 April, satu hari penuh sampai 18 April mengawal tahapan pemungutan dan penghitungan,” ungkap Sudarma.

Selanjutnya, dari 18 sampai dengan 19 April, Artana kembali bertugas mengawasi proses rekapitulasi. Begitu juga sampai dengan 26 April saat proses rekapitulasi di tingkat kecamatan.

"Waktu rekapitulasi di kecamatan itulah, saya lihat beliau sangat kelelahan. Saya sempat sarankan agar dia istirahat. Tapi dia tetap ngotot, dengan alasan biar tuntas. Akhirnya, pada tanggal 2 Mei kondisinya benar-benar drop," tuturnya.

Lantaran kondisinya yang kian merosot, Artana akhirnya dirujuk ke RS Sanjiwani, Gianyar. "Menurut informasi pihak keluarga yang merujuk pada keterangan dokter rumah sakit, katanya ginjalnya kekeringan. Makanya sampai cuci darah," pungkas Sudarma.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia