Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

50 Penyuluh Agama Diberikan Pemahaman Wawasan Kebangsaan

08 Mei 2019, 07: 58: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

50 Penyuluh Agama Diberikan Pemahaman Wawasan Kebangsaan

ORIENTASI: Pelaksanaan orientasi wawasan kebangsaan bagi penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar di Aula Padi Buffet, Desa Saba, Gianyar, Selasa (7/5). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Demi meningkatkan rasa nasionalisme dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 50 Penyuluh Agama Hindu diberikan pemahaman wawasan kebangsaan. Kegiatan itu dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, dengan melibatkan penyuluh PNS dan non PNS di aula Padi Buffet, Desa Saba, Kecamatan Sukawati, Selasa (7/5).

Kepala Kantor Kementerina Agama Gianyar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba mengaku, pelaksanaan orientasi wawasan kebangsaan mampu meningkatkan kualitas umat di Gianyar, khususnya mampu mengimplementasikan ajaran dharma agama dan dharma negara.

 “Kegiatan ini dilakukan sehari. Pesertanya terdiri penyuluh agama Hindu PNS dan yang non-PNS. Mereka tersebar di seluruh desa dan kecamatan di Gianyar. Saya berharap outputnya nanti mampu menjadi corong dari kantor Kementerian Agama itu sendiri,” tandasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Grop).

Dia juga menjelaskan, puluhan penyuluh tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat, khususnya secara non-formal melalui pergaulan sehari-hari dengan memasuki pemahaman agama. Dengan demikian, lanjutnya, kualitas dan nilai agama secara otomatis akan menjadi baik.

Terkait dengan dharma negara, Ida Bagus Made Oka Yusa berharap, puluhan penyuluh di Gianyar harus mampu mengatasi permasalahan di desa binaan masing-masing. Paling tidak mampu meredakan konflik ataupun mencegah terjadinya konflik.

“Para penyuluh jangan sampai ikut menggiring isu atau permasalahan yang meruncingkan suatu permasalahan, tetapi harus mampu meredakan persoalan dan permasalahan yang ada. Penyuluh juga memetakan wilayah yang rawan konflik,  sehingga bisa kita rangkul dengan pendekatan sesuai ajaran agama,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia