Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gagal Tender, Penunggu Pasien RSUD Karangasem Tak Dapat Makan

09 Mei 2019, 06: 43: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gagal Tender, Penunggu Pasien RSUD Karangasem Tak Dapat Makan

MAKLUM: Direktur RSUD Karangasem dr. Wayan Suardana, mengatakan, “karena ten der belum selesai, di mana kami cari uang. Jadi maklum belum dapat makanan.” (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA- Hingga awal Mei ini, penunggu pasien rawat inap kelas III di RSUD Karangasem belum dapat jatah makanan yang dianggarkan Pemkab Karangasem. Penyebabnya,  makanan yang dianggarkan Rp 600 juta sempat gagal tender.

Hal itu diakui Direktur RSUD Karangasem dr. Wayan Suardana ditemui Bali Express, Rabu (8/5). “Karena tender belum selesai, di mana kami cari uang. Jadi maklum belum dapat makanan,” kata Suardana.

Ia menyebutkan, agar penunggu pasien kelas III bisa menikmati makanan, pihak RSUD Karangasem dari awal telah berupaya mempercepat prosesnya. Proses sudah dilakukan sejak Januari 2019. Setelah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Maret, ternyata gagal tender. Semua rekanan menawar di atas harga perkiraan sendiri (HPS).


 “Jadinya ya harus tender ulang. Kenapa bisa gagal? Secara teknis ULP lebih tahu,” terangnya didampingi Kepala Bidang Penjamin Mutu dan Akreditasi Wayan Arsiawan Adi, Kepala Instalasi Humas dan Pemasaran Ni Ketut Sukaniti dan Kasubag Keuangan Hindani.

Yang pasti, lanjut Suardana, tender kedua sudah ada pemenang. Saat ini masih masa sanggah. Pejabat asal Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung itu berharap, proses tender cepat selesai sehingga penunggu pasien segera mendapat jatahnya.

 “Setelah dipastikan pemenang tender, bagian gizi akan melakukan pengecekan, sesuai apa tidak. Kalau sudah sesuai, ya tinggal jalan,” tegas Suardana.

Program penunggu pasien mendapat jatah makanan berjalan sejak kepemimpinan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Namun khusus penunggu pasien rawat inap kelas III, baik pasien umum yang menggunakan JKN-KIS atau asuransi lainnya, yang penting kelas III. Makanan ini untuk satu penunggu pasien. Biasanya diberikan pagi hari.

“Diberikan pagi hari karena saat itu biasanya susah cari makan. Makanya diberikan pagi bersamaan dengan makanan pasien,” tandas Suardana.

Salah seorang penunggu pasien kelas III RSUD Karangasem, Ni Wayan Rasmini,50, mengakui tidak mendapat jatah makanan. Hanya suaminya Made Badra yang dirawat sejak 11 hari mendapat makanan.

 “Saya sebagai penunggu tidak pernah dapat,” ujar Rasmini saat ditemui hendak membeli makanan. Ia pun berharap program itu segera berjalan karena dinilai meringankan. “Walaupun cuma sekali dalam sehari, kan lumayan pengiritan. Tidak repot lagi harus keluar membeli makanan,” ujarnya sembari tersenyum.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia