Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Gianyar: Soal Maskot Bangli Pilihannya hanya Gumitir dan Danu Batur

10 Mei 2019, 18: 27: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gianyar: Soal Maskot Bangli Pilihannya hanya Gumitir dan Danu Batur

DIPENTASKAN: Perayaan puncak HUT Bangli ke-815 dimeriahkan dengan pementasan Tari "Sekar Gumitir", Juumat (10/5). Gumitir digadang-gadang jadi maskot Bangli. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Gonjang-ganjing penetapan maskot Kabupaten Bangli masih terjadi. Setelah bunga gumitir diusulkan sebagai maskot, Bupati I Made Gianyar juga mengisyaratkan tari "Kertha Ning Danu Batur" sebagai opsi lain. Itu terkuak usai apel perayaan HUT Bangli ke-815 di Lapangan Kapten Mudita, Jumat (10/5).

Gianyar menjelaskan, sebenarnya ada tiga kandidat kuat yang diusulkan jadi maskot. Ada bunga sandat, bunga gumitir, dan tari "Kertha Ning Danu Batur" yang merupakan buah dari capaian penetapan Kaldera Gunung Batur sebagai taman bumi atau geopark oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Tapi bunga sandat sudah dipakai maskot oleh Kabupaten Tabanan. Tinggal kita punya tarinya (Sekar Sandat) saja. Sekarang ada dua pilihan, gumitir dan Kertha Ning Danu," ketus Gianyar.

Soal usul Dharma Upapati dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli yang sepakat dengan bunga padma atau tunjung, Gianyar tampak masih pikir-pikir. "Kita kan harus melihat juga tunjung itu apa hidup di seluruh relung hati masyarakat Bangli, kan gitu dulu? Di Sukawana (Kintamani), mana bisa hidup bunga tunjung, misalnya. Tapi rekomendasi itu kita tetap (tindaklanjuti)," celetuk bupati dua periode ini.

Gianyar menganggap perumusan maskot Bangli sudah mendekati tenggat waktu. Kalau misalnya ada masukan, kata dia, itu mesti dianggarkan lagi di dalam APBD. Bahkan perencanaan sebuah maskot butuh dana besar. Dananya dipakai merumuskan maskot, meneliti manfaat bunga, pengadaan kostum, sampai membayar instruktur tabuh dan tari (untuk tari kebesaran).

"Kalau semua diperhatikan (usulan) ini, tinggal ada dua pilihan. Presiden saja ada dua pilihan. Ini tinggal pilih. Satu di antara dua, biar kita tidak lama-lama berdiskusi. Saya tinggal mengerucutkan lagi dua pilihan ini (danu batur dan gumitir)," imbuhnya.

Dari tiga usulan itu, salah satu akan terpilih menjadi maskot. Dua yang tersisa akan ditetapkan sebagai tari kebesaran Kabupaten Bangli. Semuanya akan dikukuhkan ke dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Daerah (Perda).

Sehari sebelumnya, PHDI Bangli beserta tokoh dan organisasi pemuda menggelar pertemuan. Para tokoh yang tergabung dalam Dharma Upapati ini merumuskan surat rekomendasi terkait maskot Bangli yang lebih tepat. Dalam forum tersebut, bunga tunjung atau padma paling banyak disebut.

Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra menegaskan, pemilihan bunga tunjung sebagai maskot sudah mengacu pada sastra dan menimbang sisi sejarah dan filosofinya. "Bunga tunjung adalah stana dewa. Baik Wisnu, Siwa, dan Brahma. Maknanya ada tiga dimensi kehidupan. Sebagai motivasi masyarakat, bekerja dari bawah (lumpur), bisa tumbuh menembus air, dan bunganya kembang,” papar Sukra. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia