Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

UKM Upakara STAHN Mpu Kuturan Jual Banten Saraswati hingga 1.300 Tamas

10 Mei 2019, 19: 52: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

UKM Upakara STAHN Mpu Kuturan Jual Banten Saraswati hingga 1.300 Tamas

SIBUK: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam STAHN Mpu Kuturan Singaraja sibuk membuat ribuan banten sesayut dan banten pejati jelang Hari Raya Saraswati. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

Sudah menjadi tradisi jika jelang Hari Raya Saraswati, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja sibuk membuat banten Sesayut Saraswati. UKM yang terbentuk sejak tahun 2016 ini bahkan setiap enam bulan rutin melayani pemesanan banten Saraswati kepada masyarakat. Bahkan, untuk perayaan Saraswati yang jatuh Sabtu (11/5) hari ini, tercatat sebanyak 1.300 pesanan masuk secara online via Facebook. Seperti apa?

I PUTU MARDIKA, Singaraja

PANTAUAN Bali Express (Jawa Pos Group) Jumat (10/5) pagi, puluhan mahasiswa UKM upakara sedang asyik mejejahitan. Mereka bahu-membahu membuat banten sesayut sejak pukul 07.30 Wita. Ada yang menganyam janur, membersihkan buah, jajan, ada pula yang sibuk menyiapkan tamas.

Seluruh aktivitas pembuatan banten dilangsungkan di ruang Lab Upakara, STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Menariknya, mahasiswa yang membuat banten tidak hanya dari kaum wanita. Sejumlah mahasiswa pria juga Nampak ikut terlibat dalam pembuatan banten itu. Tak berlebihan, jika nama UKM ini adalah UKM Dewa-Dewi Tapini Yadnya.

Targetnya, pukul 13.30 Wita, ribuan sesayut pesanan itu harus segera tuntas dikerjakan. Sebab Jumat banten tersebut harus sudah didistribusikan kepada pemesan untuk digunakan pada Hari Raya Saraswati.

Menurut Ketua Lab. Brahma Widya, Ketut Agus Nova, S.Fil.H, M.Ag yang akrab disapa Jro Anom, kegiatan menjual banten Sraswati itu sudah dilakukan sejak berdirinya kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja, tahun 2016 silam. Awalnya, proses pemasaran dilakukan melalui media social Facebook milik UKM STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Rupanya, usaha itu mendapat respon positif dari masyarakat. Para pelanggan pun berdatangan. Rata-rata mereka berasal dari dalam Kota Singaraja. Ada yang pesan secara online maupun melalui telepon. Hingga kini, trend pelanggan banten terus meningkat.

“Pemesanan banten bisa dilakukan pembeli sejak dua minggu, sebelum Hari Saraswati. Jadi, sehari sebelum Saraswati, mahasiswa yang mengantar langsung banten pesanannya,” ujar Jro Anom jumat siang.

Lanjut Jro Anom, harga sesayut Saraswati per tamas dibanderol Rp 5 ribu. Setiap pelanggan rata-rata memesan hingga satu sampai sepuluh tamas. “Hari ini yang keluar banten sesayutnya sampai 800 tamas. Sisanya dipesan oleh dosen internal dan mahasiswa,” imbuhnya.

Sementara itu Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Upakara, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Wayan Murniti mengatakan, selain menjual banten sesayut, pihaknya bersama kelompok UKM juga melayani pemesanan banten pejati. Harga satu buah banten pejati dibanderol Rp 80 ribu.

“Banten pejatinya sudah lengkap dengan ayamnya. Untuk Saraswati ini kami sudah menerima pesanan sampai 40 pejati. Jadi kalau dihitung omset banten sesayut dan pejati bisa tembus Rp 10 juta,” ujar Murniti.

Lalu apakah hanya melayani pemesanan saat Hari Raya Saraswati saja? Murniti menegaskan jika UKM Upakara juga melayani pesanan banten saat hari-hari tertentu. Seperti Siwaratri, Tumpek Landep hingga Buda Cemeng Klau.

Tak jarang pula UKM Upakara melayani pemesanan Banten Ngaben Massal, Metatah, Tiga Bulanan, Banten Melaspas Rumah hingga banten Caru. “Bahkan kami sampai ke Surabaya melayani pemesanan banten. Jadi semua itu dikerjakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKM Upakara,” imbuh Murniti.

Jika sekup upacaranya kecil, misalnya upacara Manca Sata ke bawah, maka yang dipastikan nganteb upacaranya akan dilakukan oleh Jro Anom sendiri. Sedangkan, bila upacaranya tingkatan bebangkit, maka akan melibatkan sulinggih.

Terlebih UKM ini sebut Murniti sudah menjalin MoU dengan beberapa sulinggih. Seperti Sulinggih Peranda Mas Liligundi, Ida Mpu Made Dwija Wita Raga Sanyasa Kekeran dan Ida Rsi Bujangga Waisnawa Geriya Bhaktiseraga.

“Nanti uang hasil penjualan banten akan masuk kas UKM Upakara. Uangnya kemudian dikelola untuk membiayai operasional dan modal. Sisanya digunakan untuk membiayai kegiatan Tirtayatra maupun ngayah sebagai bentuk pengabdian ke beberapa lokasi,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si mengapresiasi inovasi dari UKM Upakara. Menurutnya, selain sebagai ajang untuk membelajarkan diri dalam bidang upakara, usaha ini dinilai tepat untuk melatih jiwa wirausaha bagi mahasiswa agar memiliki bekal ketika tamat kuliah.

Imbuh Prof Suweta, kegiatan ini juga secara tidak langsung menjadi momen promosi bagi lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja. “Bahkan dari Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama sangat mengapresiasi atas usaha dari UKM Upakara ini. Ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kami bagi mahasiswa bukan hanya di tataran akademik saja. Tetapi juga dari sisi tataran ngayah hingga manajemen wirausaha,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia