Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Barong dan Jauk Bongkasa Diakui UNESCO

10 Mei 2019, 22: 20: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Barong dan Jauk Bongkasa Diakui UNESCO

PENGHARGAAN: Camat Abiansemal IGN Suryajaya dan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, menyerahkan piala dan piagam kepada para juara lomba saat penutupan Bongkasa Baja Festival, Kamis (9/5) malam di Wantilan Pura Desa, Desa Bongkasa. (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Kesenian barong dan jauk di Desa Bongkasa telah diakui dunia, dengan diberikan sertifikat oleh Menteri Pariwisata yang dihadiri UNESCO. Hal tersebut diungkap Perbekel Bongkasa I Ketut Luki di sela penutupan Bongkasa Baja (Bapang Barong dan Jauk) Festival, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kamis (9/5) malam.

Festival secara resmi ditutup kepala Dinas Kebudayaan Badung, diwakili Kasi Pementasan dan Penghargaan Seni I Made Warsika, SSN, yang didampingi Camat Abiansemal IGN Suryajaya dan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, Kamis (9/5) malam di Wantilan Pura Desa, Desa Bongkasa.

Bongkasa Baja Festival melombakan bapang barong, tari jauk dan kendang tunggal. Acara penutupan dirangkaikan dengan pengenalan tari maskot Desa Bongkasa yakni “Gangga Pratista” serta lagu Mars Desa Bongkasa. Hadir pula pada kesempatan tersebut, bendesa adat Bongkasa dan Kutaraga, panglingsir puri dan panglingsir Griya Bongkasa.

Luki didampingi Ketua Panitia I Nyoman Muliana menyampaikan, Bongkasa Baja Festival bertujuan menggali potensi seni dari masyarakat Bongkasa, khususnya kreativitas generasi muda. Sehingga apa yang menjadi warisan leluhur, baik itu bapang barong dan tari jauk tetap dapat dilestarikan di Desa Bongkasa.

 “Untuk diketahui, Desa Bongkasa memiliki tokoh-tokoh seni yang telah turun-temurun,” ungkapnya.

Luki berharap, ke depan kegiatan Bongkasa Baja Festival sebagai salah satu kegiatan dari Bulan Bakti Gotong-Rotong,  dapat dilaksanakan berkelanjutan. Harapannya agar generasi muda terhindar dari pergaulan bebas, pengaruh narkoba maupun HIV/AIDS. “Saya berharap agar Bongkasa menjadi desa seni yang aman, damai, harmonis dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Camat Abiansemal IGN Suryajaya merasa bangga terhadap kegiatan yang digelar Desa Bongkasa. Sebab Desa Bongkasa sudah mampu melaksanakan kegiatan seni. Ini membuktikan Bongkasa sudah dapat mendukung program Pemkab Badung di bidang seni, adat dan budaya, sehingga kegiatan ini patut dilestarikan dan dilanjutkan pada tahun mendatang. Terlebih lagi Bongkasa sudah menjadi tujuan pariwisata.

“Dengan mampu melestarikan adat, seni dan budaya, kegiatan pariwisata di Bongkasa akan semakin meningkat,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Pementasan dan Penghargaan Seni I Made Warsika. Ia mengapresiasi kegiatan Bongkasa Baja Festival karena sejalan dengan prioritas program Pemkab Badung, salah satunya melestarikan seni, adat, agama dan budaya. Untuk itu, dia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berkesinambungan, dengan peserta tidak hanya dari Desa Bongkasa, melainkan dari Kecamatan Abiansemal, Badung, hingga Provinsi Bali.

Pada akhir acara, diserahkan piala dan piagam kepada para juara lomba bapang barong, jauk dan kendang tunggal. Diserahkan pula penghargaan kepada juara lomba banjar bersih bebas sampah plastik.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia