Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diduga Menghina, Oknum Pengacara Dipolisikan

10 Mei 2019, 22: 46: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diduga Menghina, Oknum Pengacara Dipolisikan

KETERANGAN: Gus Yadi (depan- tengah) bersama jajaran PGN Bali memberikan keterangan terkait laporannya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Muhammad Husein, seorang oknum pengacara dilaporkan ke SPKT Polda Bali, Minggu (5/5). Laporan itu terkait dugaan menghina dan mencemarkan nama baik pelapor, dengan bukti Dumas/06/V/2019/SPKT, tertanggal 5 Mei 2019, sesuai pasal  27 Ayat (3) UU ITE. 

Pelapor Gus Yadi dari Ormas Patriot Garuda Nusantara wilayah Bali menyatakan, ia dan Daniar telah dihina secara pribadi dan organisasi oleh oknum pengacara bernama Mohammad Husein, sebagaimana terposting di akun media sosial facebook milik terlapor, yang menyebutkan keduanya manusia laknat.

Foto berlatar belakang nama organisasi dan wajah Gus Yadi bersama Daniar tersebut dilengkapi tulisan berbunyi  "Astagfirullahhalazhim!!!Ternyata 2 orang manusia laknat ini yang ingin merusak Ajeg Bali!!! H.Daniar Trisasongko dan Gus Yadi yang telah memfitnah almarhum Jero Jangol, mantan ketua Baladika Bali!!! yang kata dua  orang laknat ini kepada saya, bahwa Jero Jangol dibunuh oleh orang Laskar Bali suruhan Ketut Ismaya menggunakan narkoba!!! Cepat kau berdua Taubat Kepada ALLAH SWT dan minta maaf  kepada Laskar Bali dan Baladika Bali yang ingin kalian adu domba!!!’.

“Kasar kali kata-kata orang ini dalam akunnya. Mengenai pernyataan ini,  kami sudah klarifikasi ke nama organisasi yang disebut oleh pemilik akun tersebut. Kami pun telah melaporkan oknum pengacara bernama Husein ini ke Mapolda Bali,” ungkap Yadi.

Yadi mengungkapkan, terpaksa melapor agar tidak terjadi hal serupa yang menimpa pribadi dan ormas lain yang ada di Bali. Sementara itu, ketua tim dari Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PGN, Haryo Bagus Sujatmiko menyampaikan, pihaknya menempuh upaya-upaya pro justisia, demi mengembalikan martabat serta marwah para pimpinan wilayah organisasi PGN Bali tersebut. Mengingat, dalam posting di akun medsos ini terlapor juga menampilkan foto yang dilatarbelakangi bendera Organisasi PGN.

"Dimohon untuk semua anggota dan seluruh kader PGN pada khususnya di Wilayah Komando Bali, serta masyarakat umum, untuk tetap tenang dan kondusif, mengingat upaya pro justisia sedang kami tempuh,” terangnya.

Menurut analisa dan atau pengamatan strategis yang diakukannya,kejadian ini dapat diindikasikan upaya mengadu domba antar sesama ormas di Bali yang berjuang dalam 4 Pilar Kebangsaan dalam bingkai NKRI. Selain itu juga berkaitan dengan momentum 22 Mei 2019 mendatang.

Di samping upaya pro justisia, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Sekjen Laskar Bali, I Ketut Putra Ismaya, untuk menjaga kondusivitas dan juga mengeliminir hal-hal yang bersifat kontraproduktif bagi perjuangan ormas.

Terkait laporan tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjadja membenarkan bahwa pihaknya telah menerima Dumas tersebut.

“Ya, benar ada aduan itu. Dumas baru turun meja penyidik, dan sementara dipelajari. Nantinya, pelapor dipanggil lagi dan dimintai keterangan beserta bukti, agar aduan ini jadi LP. Setelah itu baru dipanggil untuk dimintai keterangan,” ucapnya, Jumat (10/5).

Sementara itu, Muhammad Husein menyampaikan, akun facebook miliknya menyebarkan informasi hoax. “Ya, aku sampai sekarang bingung dengan facebook itu. Ini berawal dari handphone saya yang rusak. Lalu diduga ada yang hack facebook ku. Saya juga berencana melapor ke polisi terkait akun facebook yang di- hack. Terus terang saya tidak tahu apa-apa. Saya sendiri bingung,” jelasnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia