Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dititipkan di TPA, Bayi Tiga Bulan Meninggal

11 Mei 2019, 07: 54: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dititipkan di TPA, Bayi Tiga Bulan Meninggal

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebuah peristiwa tragis terjadi. Seorang bayi meninggal dunia usai dititipkan di sebuah tempat penitipan anak (TPA). Penyebab kematian hingga kini masih dalam penyelidikan.

Berdasar informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin (10/5), peristiwa itu bermula ketika Andika Anggara, 27, pada Kamis sore (9/5) hendak menjemput bayinya yang baru berusia tiga bulan di TPA PHC, Jalan Drupadi VII Nomor 2A Renon, Denpasar Timur. Setiap hari Andika yang tinggal di Jalan Akasia XV Gang Seroja Nomor 23 Kesiman ini memang menitipkan bayi perempuan berinisial ENA itu di sana. Sebelum berangkat kerja.

Diketahui, dia sudah sebulan ini Andika dan istrinya mempercayakan tempat penitipan itu untuk menjaga bayi dan anak pertamanya yang berusia 2,5 tahun. Sebab, mereka sama-sama bekerja.

Tiba di tempat penitipan anak sekitar pukul 17.00, Andika hanya disuruh menunggu saja. Tanpa keterangan apa pun. Awalnya dia tak curiga. Merasa cukup lama menunggu tapi bayinya tak kunjung diberikan, Andika bertanya lagi. Namun, reaksi mengagetkan yang dia dapat.

“Ponakan saya berpikir bahwa anaknya masih dikasih baju, sehingga ia disuruh menunggu. Karena lama ponakan saya kembali bertanya. Tapi justru dibentak, disitu ia marah dan bertanya ada apa dengan anaknya,” ucap salah seorang kerabat korban, Ketut KS, kemarin.

Disebut sempat menutup-nutupi, pihak TPA akhirnya memberitahu bahwa bayi malang itu sakit dan dibawa ke RS Bross Denpasar. Sesampainya di rumah sakit, orang tua korban langsung terpukul. ENA ternyata sudah meninggal dunia.

Tidak terima, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolresta Denpasar. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan membenarkan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut. Saat ini kasusnya telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). “Orangtua korban masih dimintai keterangan oleh penyidik,” ucapnya.

Sementara, jenazah bayi yang saat ini sudah berada di Instalasi Forensik RS Sanglah akan diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Informasi yang diperoleh, jasad ENA akan diotopsi pagi ini (11/5). Dari pihak TPA sendiri juga belum ada keterangan.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia