Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Wabup Suiasa Mendem Padagingan di Pura Widya Dharma, Sleman, DIY

12 Mei 2019, 18: 56: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wabup Suiasa Mendem Padagingan di Pura Widya Dharma, Sleman, DIY

NGENTEG LINGGIH: Wabup Suiasa menghadiri karya ngenteg linggih di Pura Widya Dharma Dusun Ndero, Desa Wedomartini, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (12/5). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Badung memenuhi undangan Panitia Karya di Pura Widya Dharma Dusun Ndero, Desa Wedomartini, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sedang melaksanakan karya ngenteg linggih, mendem pedagingan dan padudusan wrhaspati kalpa.

Karya ini dihadiri langsung Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, Minggu (12/5). Kedatangan Wabup Suiasa disambut dengan Bregodo yang dilambangkan sebagai prajurit keraton dan tarian Widiastuti. 

Turut mendampingi Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Ketua PHDI DIY I Made Astra Tanaya, pembina masyarakat Hindu DIY Dra. Mugiyani, serta PHDI kabupaten dan kota di DIY.

Wabup Suiasa didampingi para tokoh Hindu DIY diberi kehormatan untuk mendem pedagingan dan menandatangani prasasti, sekaligus menyerahkan dana upakara sebesar Rp 400 juta secara simbolis.

Kehadiran Suiasa bertepatan dengan rangkaian upacara mamakuh urip, mlaspas palinggih dan mendem padagingan. Sarana upakaranya berupa babangkit pulagembal tumpeng 11 dan caru ayam lima, dan tebasan resi gana. Upacara dipuput Ida Peranda Gede Duaja Temuku. Puncak karya akan dilaksanakan 15 Mei, sementara rangkaian karya hingga 26 Juni 2019 mendatang.

Ketua pelaksana upacara, I Wayan Ordiyasa melaporkan, atas nama pengempon pura, pihaknya menyampaikan terima kasih dan merasa senang atas kehadiran wakil bupati beserta jajaran. Demikian pula pangempon pura merasa sangat terbantu sekali dari pemerintah Kabupaten Badung yang sudah membantu dana yang cukup besar untuk pelaksanaan upacara ini.

Ke depan, pihaknya sangat berharap agar selalu mendapatkan arahan serta pembinaan dari Pemkab Badung. Demikian pula bantuan-bantuan yang diberikan, seperti pembangunan fisik di Pura Widya Dharma ini, pihaknya mengucapkan terima kasih.

Selanjutnya, Ketua Pangempon Pura Widya Dharma, I Wayan Gundana mengatakan, pelaksanaan karya sudah direncanakan sejak November 2018. Pangempon berusaha mengumpulkan dana punia, baik dari umat Hindu di DIY maupun dari luar DIY. "Namun kegiatan ini paling banyak didukung Bupati Badung beserta jajaran Pemkab Badung," ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada umat sedharma yang telah hadir dan telah mepunia untuk pelaksanaan karya. Begitu pula kepada Parisada kabupaten dan kota di DIY yang telah mengarahkan upacara ini sehingga berjalan sesuai kitab suci Hindu.

Sementara itu, Wabup Suiasa menyampaikan terima kasih dan sangat berkesan atas penyambutan dari pengempon pura dengan adanya tarian maupun tembang-tembang suci atau gaguritan. Hal ini sebagai wujud mempertahankan tradisi dan kearifan lokal setempat.

Ini menunjukkan, dalam melaksanakan ajaran agama masih tetap mempertahankan tradisi yang diwariskan para leluhur dalam kebangsaan Indonesia.  "Hindu adalah ajaran agama yang universal, namun jiwa ke-Indonesiaan kita tetap bersatu," katanya.

Suiasa juga menyampaikan selamat kepada pengempon pura yang sudah dapat melaksanakan karya yang cukup besar ini. "Ini proses panjang dari pemikiran dan upaya-upaya, dan Tuhan telah memberikan jalan dan tuntunan buat keluarga disini," terangnya.

Kehadiran dan dukungan Pemkab Badung ini sebagai sebuah wacana yang mulia yaitu 'Badung Angelus Bhuana'. Pemerintah dan masyarakat Badung siap membangun di semua jagat raya ini. Tidak hanya membangun di Badung, di Bali, juga dimana pun bisa dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 "Dengan konsep inilah kami berkomitmen untuk berpartisipasi di sini atas nama pemerintah dan masyarakat Badung," tambahnya.

Mengenai karya, disampaikannya, karya mamungkah ini tujuannya memohon restu dan karunia dari Tuhan sebagai dasar memulai membangun secara fisik dan menyucikan bangunan termasuk areal pura, sekaligus sebagai awal untuk menstanakan Beliau di tempat suci. Sedangkan padudusan agung yaitu menyucikan alam sekala dan niskala.

 Makna padudusan ini juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. "Bila ini bisa kita wujudkan semua, semangat ngenteg linggih, padudusan, pacaruan, wrhaspati kalpa, maka di situlah kita dapat mewujudnyatakan sebuah kemuliaan. Dan Beliau akan menganugerahkan waranugraha, sinar suci dan tuntunan bagi kita semua," pungkas Suiasa.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia