Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Piodalan dan Perayaan Saraswati di Pura Santi Bhuwana, Belgia

Dipuput 10 Sulinggih, Diwarnai Karauhan

12 Mei 2019, 22: 14: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Piodalan dan Perayaan Saraswati di Pura Santi Bhuwana, Belgia

SUASANA BALI: Sebagian pamedek di Pura Santi Bhuwana, Sabtu (11/5), merupakan warga Belgia. Babi guling juga tidak ketinggalan, meski tampilannya sedikit berbeda. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BELGIA - Hari Raya Saraswati, Sabtu (11/5), rupanya dirayakan juga di Belgia dengan suasana Bali. Saat bersamaan merupakan pioadalan dari pura yang sudah berdiri sejak 10 tahun silam.

Pura dengan nuansa  Bali ada di Belgia. Tepatnya di taman wisata Parc Paradizia di kota Brugelete. Pada Sabtu (11/5) adalah piodalan di Pura Santi Bhuwana, Belgia bertepatan juga dengan Hari Raya Saraswati. Pura ini resmi didirikan dengan ritual pemelaspas dan lainnya pada 18 Mei 2009. Jadi tahun ini, sudah 10 tahun keberadaan pura tersebut di Benoa Eropa ini.

Uniknya, upacara dipuput oleh 10 sulinggih asal Bali. Menurut Mangku Gde Pura Santi Bhuwana, berdasarkan uraian tertulis kepada koran ini, menyebutkan bahwa 10 sulinggih itu adalah Ida Pedanda Gde Putra Dalam,  Ida Pedanda Istri Mayun, Ida Pedanda lor Singarsa, Ida Pedanda istri Gde Lor Kencana, Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh, Ida Pedanda Gede Giri Nanda Sandhi, Ida Istri Oka Guna Astri, Ida Shri Begawan Putra Dalam,  Begawan Ida Kesuma dan Sri Empu Ananda Reka Dharma. “Ada 10 sulinggih dari Bali yang muput proses upacara,” jelas Jero Mangku Gde.

Dijelaskan bahwa acara juga berlangsung pada Sabtu 4 Mei 2019, yang dilakukan ritual Surya Sewana. Uniknya, upacara ini dilakukan pukul 13.00, karena matahari terbit baru pukl 13.00. “Saat piodalan juga dilakukan upacara Nyurya Sewana para Sulinggih, Pawintenan Pemangku baru pura dan palukatan umat. Jadi sudah diumumkan sebelumnya, bagi umat yang mau melukat agar mendaftar lebih awal,” kata dia.

Jika memang belum mendaftar, pada saat upacara berlangsung diberikan kelonggaran mendaftar di Jaba Pura. “Dan mesti berpakaian sembahyang,” kata dia.

Dia mengatakan, upacara ini melakukan puja pada saat matahari terbit, dimana pada saat itu para sulinggih melakukan puja dan puji serta permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widi Wasa. “Supaya dunia selalu dalam kondisi aman dan damai,” jelasnya.

Dari video yang dikirim, memang terlihat suasana benar – benar Bali. Bahkan ada pecalang dan termasuk bule – bule dengan pakaian adat Bali. Bahkan ketika Ida Bhatara berupa tapakan barong, rangda dan lainnya mesolah banyak yang terlihat kerauhan.

Sedangkan pamedek, hampir  seluruh umat Hindu di Eropa datang. Tahun ini sangat spesial karena tepat 10 tahun berdirinya pura dan dipuput oleh 10 sulinggih dari Bali.

Dari umat Hindu di Eropa ini, 30 persennya adalah orang Bali yang menikah dengan warga asing dan sudah menganut agama Hindu. “Mereka yang ikut melestarikan budaya Bali dan Pura Agung Santi Bhuwana menjadi pemersatunya umat Hindu di Eropa, dan menjadi tempat pelestarian budaya Bali,” kata dia.

Pura Santi Bhuwana sudah 10 tahun menjadi tempat pemujaan. Upacara pamlaspasan (peresmian) Pura Agung Santi Bhuwana di Belgia pada Senin Umanis Medangkungan, 18 Mei 2009. Proses pemilihan pemangku seperti layaknya di Bali juga berlangsung di Belgia. Upacara pemlaspasan dan ngenteg linggih yang dipimpin oleh Ida Pandita Putra Telabah (d/h. Prof. Dr dr IB Narendra) dan Ida Pandita Agastya.

Selain itu, mengingat hari pamelaspasan pura dilaksanakan hari Senin yang merupakan hari kerja bagi sebagian besar umat yang ada di Eropa, dan bila pujawali dilaksanakan persis seperti hari pemlaspasan pura, kemungkinan umat yang hadir akan sedikit karena sebagian besar dari mereka bekerja. Kemudian bersama dengan Ida Pandita dan semeton Bali di Belgia, Pinandita kemudian mencoba mengusulkan agar pawedalan pura dilaksanakan di hari Sabtu, seperti mempertimbangkan pemilihan hari raya Tumpek yang jatuh di hari Sabtu. Hingga saat ini piodalan dilaksanakan hari Sabtu.

(bx/art/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia