Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

PHDI Bangli Gelar Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh

12 Mei 2019, 22: 43: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

PHDI Bangli Gelar Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh

KHUSYUK: Acara Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh di Pura Taman Sari, Desa Pakraman Sidembunut, Minggu (12/5), berjalan khusyuk. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli menggelar Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh di Pura Taman Sari, Desa Pakraman Sidembunut, Bangli. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Bangli. Acara dipuput Ida Pedanda Gede Putra Temuku, dari Gria Jaksa Manuaba, Banjar Pande, Cempaga, Bangli. 

Menurut Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra, berdasarkan keyakinan Hindu, Banyu Pinaruh berasal dari kata banyu yang berarti air, dan pinaruh artinya pangeweruh atau pengetahuan. Secara filosofi, Banyu Pinaruh bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan. “Karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci,” kata Sukra kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Dijelaskan Nyoman Sukra, dahulu sebelum adanya Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh, umumnya masyarakat melakukan kegiatan pembersihan sendiri. Baik itu ke pasucian (pancuran suci), danau, sumber mata air, dan ada pantai. “Bagi yang ingat, mereka sekadar bawa canang, terus dihaturkan, setelah itu langsung mandi. Menurutnya, itu tidak salah, tetapi akan lebih bermakna kalau air yang akan kita mohonkan itu sudah dipuja sulinggih,” terangnya.

Terkait kegiatan tersebut, sumber air yang digunakan berasal dari lima sumber mata air suci, yakni Tirta Sudamala, Tirta Pecampuhan, Tirta Segara Klotok, Tirta Bulakan, dan Tirta Taman Sari. Semuanya diperoleh di wilayah Bangli dan Klungkung.

Prosesi diawali dengan membasuh diri di sumber mata air. Setelah itu dilakukan upacara pabiukalaan, pembersihan prayascita, durmengala, mejaya-jaya, nunas tirta pangelukatan agung, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

 “Mudah-mudahan pada pelaksanaan Banyu Pinaruh mendatang, bisa lebih ditingkatkan, dan PHDI lebih giat memasyarakatkan kegiatan ini,” jelasnya.

Wabup Sedana Arta pada kesempatan itu mengatakan, pangelukatan agung yang diselenggarakan serangkaian Hari Suci Saraswati, merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Bangli.

“Ini implementasi dari dukungan terhadap visi-misi Gubernur Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dalam hal ini Jana Kertih dan Atma Kertih,” tegas politisi asal Sulahan, Susut, Bangli, itu.

“Saya sampaikan apresiasi kepada PHDI atas terlaksananya panglukatan agung hari ini. Ke depan Pemkab Bangli siap memberikan dukungan, sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia