Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Pura Siwa Tempat Meditasi Semua Umat

13 Mei 2019, 11: 54: 33 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Siwa Tempat Meditasi Semua Umat

PERTAPA : Pemangku Pura Siwa, Jero Mangku Sutarjana di depan sosok pertapa yang mencapai Moksa. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Pura Siwa di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan tidak terbatas untuk umat Hindu saja. Banyak umat lain yang datang untuk bermeditasi dan melakukan pembersihan diri, seperti umat Budha, Islam, dan Kristen.

Dikatakan pemangku Pura Siwa, Jero Mangku Sutarjana, mereka yang datang mengaku menemukan jati diri mereka di Pura Siwa. Bahkan, banyak para Sulinggih, Pedanda, atau Brahmana serta para pejabat yang datang. “ Semua ciptaan Tuhan sama, jadi siapapun bisa tangkil di Pura Siwa,” ujarnya.


Dijelaskannya, siapapun yang tangkil ke Pura Siwa, Pujungan, Tabanan, akan 'dikosongkan' oleh Dewa Siwa sehingga tidak ada yang berbeda, alias sama. Tak sedikit juga orang-orang yang memiliki masa lalu kelam datang ke Pura Siwa dan melakukan meditasi serta pembersihan diri.

“Seperti misalnya yang dulunya preman atau suka minum minuman keras datang ke sini dan bermeditasi lalu malukat, dan sekarang sudah berubah,  giat mendalami agama. Sehingga diberikan julukan Premandita, bukan Pinandita,” ujar Jero Mangku Sutarjana sembari tertawa kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin di Tabanan.


Tak hanya itu, para politisi yang hendak mengikuti Pilkada juga banyak datang. Namun, Jero Mangku Sutarjana selalu mengingatkan jika apapun yang diminta semua harus didasari dengan niat tulus dan tergantung dari karma (perbuatan) yang dimiliki. “Apapun yang diminta dan dimohon harus didasari dengan niat tulus dan tergantung dari karma kita sendiri,” tegasnya. Jadi, tak mengherankan bila banyak Warga Negara Asing (WNA) yang  juga  datang untuk bermeditasi.

“Saya juga awalnya tidak tahu dari mana mereka mengenal Pura Siwa, tetapi mereka bilang tahu dari mulut ke mulut dan media sosial,” tandasnya.

 Untuk lokasi favorit para pamedek melakukan meditasi adalah di dekat Payogan Ida Betara Lingsir  yang didampingi patung kambing berwarna hitam di sebelah kanan dan patung macan kumbang di sebelah kiri. Hingga saat ini tidak diketahui siapa sebenarnya beliau. Namun, yang pasti sosok beliau adalah seorang pertapa yang mencapai Moksa (menyatu dengan Tuhan) di Gunung Batukaru. “Ada yang bilang Rsi Markandeya, ada yang bilang Ki Suling, tetapi sampai saat ini tidak diketahui pasti siapa beliau, namun begitulah wujud beliau yang berada di sana,” lanjutnya.


Suasana yang tenang, dan penuh aura religius, bahkan magis, membuat Pura Siwa sangat tepat dijadikan tempat meditasi. Apalagi letak Pura Siwa yang berada 1.174 kilometer di atas permukaan laut, membuat hawa semakin sejuk. Dan, yang lebih menakjubkan adalah ketika cuaca cerah, dari Pura Siwa  bisa menyaksikan tujuh Gunung yang ada di Pulau Jawa, diantaranya adalah Gunung Semeru dan Gunung Raung.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia