Minggu, 22 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali
SMAN 1 KINTAMANI

Cegah Corat-coret, Kelulusan seperti Wisuda, Digelar hingga Sore

13 Mei 2019, 19: 20: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cegah Corat-coret, Kelulusan seperti Wisuda, Digelar hingga Sore

CEGAH KONVOI: Baru pengumuman kelulusan saja, SMAN 1 Kintamani menggelarnya mirip seperti wisuda, Senin (13/5). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Hasil kelulusan siswa SMA/SMK diumumkan kemarin (13/5). Seperti biasa, kelulusan akan diwarnai aksi konvoi dan corat-coret seragam. Untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan, SMA Negeri 1 Kintamani, Bangli, pun mengemas pengumuman kelulusan layaknya wisuda.

Menariknya, seremonial biasanya dilakukan saat pelepasan. Namun berbeda dengan SMAN 1 Kintamani yang mengadakan seremonial mirip wisuda pada saat pengumuman kelulusan. Sekolah bahkan sengaja memulai acara pada pukul 13.00. Dengan harapan acara tersebut berakhir sore. Sehingga siswa tak dapat kesempatan berkonvoi ria di jalanan.

Kepala SMAN 1 Kintamani, I Ketut Ada memastikan siswanya tak terlibat konvoi atau corat-coret seragam. "Kalau kami adakan persembahyangan saja, akal siswa itu tidak pernah habis. Sekarang pakai kebaya, setelah itu di rumah mereka bisa ganti dan tetap saja konvoi," sesalnya.

Atas dasar itulah, pihaknya berinisatif menggelar acara spesial saat pengumuman kelulusan. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Menurutnya cara ini sangat efektif. Siswa tidak ada yang berani beranjak dan ikut konvoi. Sebab mereka penasaran dengan hasil ujian, apakah lulus atau tidak. "Sudah kami lihat dari tahun ke tahun. Semua wajib hadir. Tidak ada konvoi saat acara," ungkap Ketut Ada, ditemui di sekolahnya.

Dia mengatakan, tujuan lain acara tersebut adalah memberi kesan berbeda kepada siswa-siswi. "Kami berikan mereka kebebasan untuk mengapresiasi diri. Adik-adik mereka juga dapat wadah untuk berkreasi," ucapnya.

Layaknya wisuda, siswa yang dinyatakan lulus akan dipanggil satu persatu ke panggung. Mereka akan mendapat surat tanda lulus disertai pengalungan medali. Mereka juga disuguhi hiburan penuh. Orangtua siswa juga diperkenankan hadir. "Mungkin tidak semua anak-anak akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Setidaknya mereka dapat merasakan seperti apa wisuda itu," katanya.

Ada 245 siswa yang hadir. Mereka lulus 100 persen dengan hasil memuaskan. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bangli, itu menyebut secara keseluruhan siswa SMA di Bangli lulus 100 persen. "Di Bangli total siswa sebanyak 1.217 dari lima SMA negeri dan satu SMA swasta," imbuhnya.

Sementara itu, beberapa personel Satlantas Polres Bangli diterjunkan melakukan patroli di wilayah perbatasan antarkabupaten. Sebab konvoi tidak hanya dilakukan siswa dari Bangli saja. Melainkan dari kabupaten lain seperti Karangasem dan Gianyar. Kintamani menjadi tujuan mereka.

"Kami poskan personel di Tembuku berbatasan dengan Karangasem, juga di Suter, Kintamani.

Di perbatasan Gianyar-Bangli juga. Kami siagakan di wilayah Desa Tiga (Susut) atau Sekardadi (Kintamani)," jelas Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia