Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Menang 92 Persen, Koster Upayakan Jokowi Hadiri Pembukaan PKB

13 Mei 2019, 20: 21: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Menang 92 Persen, Koster Upayakan Jokowi Hadiri Pembukaan PKB

RAPAT PKB: Gubernur Koster saat memimpin rapat pleno PKB Ke-41 di Gedung Jaya Sabha, Senin malam (13/5). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Ajang seni dan budaya tahunan di Bali, Pesta Kesenian Bali (PKB), akan segera digelar pada pertengahan Juni mendatang, tepatnya pada 15 Juni 2019. Seperti biasa, kegiatan ini akan dibuka dengan prosesi pawai, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran sendratari di Ardha Chandra pada malam harinya.

Terkait itu, Presiden RI Joko Widodo pun direncanakan hadir pada hari pertama PKB yang ke-41 tersebut. Hanya saja, waktunya masih tentatif. Bisa jadi Jokowi datang pada saat pelepasan pawai. Atau, pada saat pagelaran sendratari di Ardha Chandra. Hal itu ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster usai memimpin rapat pleno PKB Ke-41 di Gedung Jaya Sabha, Senin (13/5).

Menurutnya, saat menghadap ke Istana Merdaka pada 22 April 2019, Jokowi mengatakan akan hadir pada hari pertama pelaksanaan PKB Bali.

“Ya dong (datang), 92 persen ini. Nagih (untuk datang) kita ini,” ujar Koster seraya menyebut persentase perolehan suara pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin pada Pilpres baru-baru ini mencapai 92 persen.

Saat ini, sambung dia, pihaknya sedang berusaha mengupayakan agar Jokowi bisa hadir pada saat pelepasan pawai dan pagelaran sendratari, lantaran Jokowi selama kegiatan PKB cenderung menghadiri satu di antara dua kegiatan utama tersebut.

“Dulu SBY dua-duanya diikuti, pawai dan pembukaan. Kalau presiden kita sekarang cenderung satu, pawai atau pembukaan. Makanya kami upayakan kedua-duanya bisa dihadiri. Kalau satu saja, kami berusaha agar beliau berkenan di Ardha Chandra (pagelaran). Biar bisa memberikan arahan,” imbuhnya.

Selain membahas kedatangan presiden, rapat pleno tersebut juga membahas beberapa hal teknis lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan PKB selama satu bulan, mulai dari yang umum hingga detil. Selain itu juga ditekankan tentang penggunaan dekorasi dari bahan alami dan tidak boleh memakai plastic, termasuk juga kesesuaian antara tema dan konten kegiatan.

Bahkan, untuk kegiatan pameran, dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa tempat atau stan yang ada digratiskan. Namun , UMKM yang berminat harus melalui seleksi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Diseleksi dulu. Ada kuratornya. Karena ada tema-temanya. Nanti disesuaikan antara kuota dan jumlah yang daftar seleksi. Sekarang gratis, karena  era baru,” sebutnya.

Pihaknya juga akan menyiapkan regulasinya berupa pergub, dengan dasar utamanya meringankan para pelaku UMKM. “Namanya juga usaha kecil dan menengah. Modalnya kecil, ya untungnya juga kecil. Kalau untungnya dikit dimintai bayaran, kan gak ada untungnya mereka,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa peserta pameran bukan orang yang sama dengan tahun lalu, sehingga tak ada kesan, pesertanya itu-itu saja.

“Soal (kesan) itu, tahu saya. Makanya ada seleksi. Kalau dulu, ini (peserta) bawaannya (pejabat) ini. Kalau sekarang, saya nggak bawa siapa-siapa,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia