Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Artha Serahkan SK Pengangkatan CPNS Bidan PTT

13 Mei 2019, 22: 47: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bupati Artha Serahkan SK Pengangkatan CPNS Bidan PTT

SERAHKAN SK: Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan SK CPNS Bidan PTT, Senin (13/5). (HUMAS PEMKAB JEMBRANA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jembrana tentang pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Jembrana dari program pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2019. SK CPNS tersebut diserahkan langsung kepada enam bidan PTT di Ruang VIP Bupati, Senin (13/5) pagi, dihadiri Kepala BKPSDM I Made Budiasa dan Sekdis Kesehatan Dr Putu Suekantara.

Kepala BKPSDM I Made Budiasa mengatakan, Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018, menjadi dasar PTT CPNS Kemenkes yang telah mengikuti seleksi pada tahun 2016 dan berusia setinggi-tingginya 40 tahun dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah daerah.

 “Keenam bidan tersebut rata-rata telah mengabdi selama 14 tahun sebagai bidan PTT Kementerian Kesehatan di desa. Mereka akan ditempatkan di masing-masing desa di Jembrana. Ini sekaligus menjadi kuota bidan PTT terakhir sebagai CPNS,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha, usai penyerahan SK CPNS mengatakan, ini merupakan sebuah penghargaan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada para bidan yang selama ini telah mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan.

 “Saya harap, setelah SK CPNS diserahkan, para bidan bekerja lebih baik, tanggap, makin peka akan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” terangnya.

Secara khusus Bupati Artha juga berharap kepada CPNS baru untuk rutin turun, memonitor kondisi kesehatan di lingkungan kerja masing-masing. “Bidan harus paham kondisi warga di bawah. Lakukan pendataan dengan baik, agar tahu kebutuhan mereka. Utamanya bila ada warga miskin dengan sakit kronis menahun, lakukan monitoring dan perhatikan keperluan mereka,” tegasnya.

Bupati Artha mencontohkan, ada warga miskin perlu kursi roda, bisa dilaporkan ke dinas. Termasuk jangan segan-segan menjemput langsung dan memberikan penanganan dan rujukan.

Selain itu, Bupati Artha juga berharap para bidan aktif membagikan keahliannya, seperti melalui kegiatan pengajian atau pertemuan ibu-ibu di banjar, guna menyosialisasikan kesehatan ibu dan anak. “Pendekatan preventif itu juga salah satu cara menurunkan angka kematian ibu dan anak,” pungkasnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia