Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Adi Wiryatama Sebut Kondisi Psikis Dewa Rai sedang Tidak Bagus

14 Mei 2019, 18: 01: 43 WIB | editor : I Putu Suyatra

Adi Wiryatama Sebut Kondisi Psikis Dewa Rai sedang Tidak Bagus

Nyoman Adi Wiryatama (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Aksi Pemukulan yang dilakukan Anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai terhadap Ketua Fraksi PDIP, Kadek Diana sudah dilaporkan ke DPD PDIP. Seperti dikatakan Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama.

“Pasti. Pak Ketua DPD akan memanggil (keduanya). Tadi saya sudah lapor ke beliau. Cuma beliau sedang rapat. Sedangkan saya juga habis ini akan ke Bedugul. Ada Ibu Mega datang,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba.

Sementara Adi Wiryatama sendiri mengaku terkejut mendengar kabar mengenai insiden itu. Karena saat kejadian, dia sedang bersama Wakil Gubernur dan unsur Forkominda Provinsi Bali. “Saya tidak lihat kejadian itu. Kalau lihat, sedapat mungkin saya lerai,” katanya.

Sebagai ketua, dia pun meminta kedua belah pihak menjaga nama lembaga dengan menahan diri. Kalaupun ada persoalan pribadi, dia meminta keduanya menyelesaikan dengan cara yang baik.

“Kita ada dalam satu lembaga. Mari jaga nama lembaga. Kalau ada salah paham, selesaikan dengan kepala dingin. Duduk bersama. Apa tidak bisa diselesaikan kalau kita ngomong dari hati ke hati?” tukasnya.

Setelah insiden ini, dia sebagai Ketua DPRD Bali rencananya akan memediasi kedua belah pihak. Itu pun kalau keduanya sudah dalam kondisi tenang. “Saya pasti (panggil) kalau sudah tenang keduanya. Akan saya ajak ngomong. Wajib saya lakukan sebagai orang tua di sini,” sebutnya.

Di singgung mengenai pemicu keributan itu, Adi mengaku tidak mengetahui dengan pasti. Namun dia tidak memungkiri keduanya sempat ribut di grup Whatsapp internal fraksi. Bahkan, dia sempat menasehati keduanya.

“Rupanya itu saling sambung. Kondisi psikis Dewa Nyoman Rai juga saya lihat tidak bagus. Dia tidak lolos. Keluarganya ada masalah. Kan kita harus lihat juga itu. Bisa saja terakumulasi. Makanya saya sayangkan. Karena keduanya itu teman saya,” tukasnya.

Informasi lainnya menyebutkan, ketidakakuran Dewa Nyoman Rai dengan Kadek Diana itu sudah bukan hal baru. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Namun hubungan sesama kader PDIP itu sudah lama renggang.

Kedua memang sempat ribut di grup internal partai. Dan keributan itu rupanya belum tuntas dan berkembang menjadi persoalan pribadi. Hanya saja, selama ini keduanya belum sempat bertemu langsung saja. 

“(Keributan itu) seperti tunggu waktu saja. Karena selama ini mereka tidak pernah saling ketemu langsung. Mungkin pagi tadi (kemarin) itu puncaknya,” sebut salah seorang sumber yang enggan disebut namanya.

Seperti diketahui, sidang paripurna di DPRD Bali pada Selasa kemarin (14/5) diwarnai aksi mejaguran. Salah seorang anggota dewan memukul rekannya sendiri. Dan ironisnya, pelaku maupun korbannya sama-sama dari Fraksi PDIP. Satunya ketua. Satunya lagi anggota.

Pelakunya diduga Dewa Nyoman Rai anggota Fraksi PDIP yang duduk di Komisi I. Sedangkan korbannya Kadek Diana yang berstatus sebagai Ketua Fraksi PDIP. Akibat pemukulan tersebut, Kadek Diana mengalami luka robek pada pelipisnya. Bahkan sempat dilarikan ke RS Bali Mandara.

Informasinya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Menjelang sidang paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di ruang sidang utama.

Kebetulan ada kelanjutan sidang paripurna. Agendanya, penyampaian pendapat Gubernur Bali terhadap Ranperda Sistem Pertanian Organik dan Ranperda Perubahan Ketiga Atas Perda Pajak Daerah.

Sebagian besar anggota dewan yang ikut sidang tersebut sudah duduk di kursi ruang sidang utama. Hanya saja, sidang saat itu belum dimulai.

Sambil menunggu, Kadek Diana yang duduk di Komisi III ngobrol dengan sesama anggota. Saat itulah, dia mengaku dipukul dua kali pada bagian pelipis kirinya oleh Dewa Rai. 

Informasi lain menyebutkan, peristiwa yang berlangsung singkat itu terjadi di ruang absen yang masih bagian dari ruang sidang utama DPRD Bali. Sehingga anggota dewan lainnya tidak melihat langsung peristiwa itu.

“Refleks saja. Saudara saya (Kadek Diana) sakit begitu, saya antar langsung ke RS Bali Mandara. Peristiwanya bagaimana saya tidak tahu,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba. 

Tamba pun tidak banyak bertanya saat mengantarkan Kadek Diana ke rumah sakit. “Saya tidak tanya juga. Saya tidak mau dia ribut juga biar darahnya nggak banyak keluar,” imbuhnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia