Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Nekat Curi Itik, Pasangan Selingkuh Dihakimi Massa

14 Mei 2019, 18: 16: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nekat Curi Itik, Pasangan Selingkuh Dihakimi Massa

MALING: Polisi merilis pasangan selingkuh yang nekat mencuri itik, Selasa (14/5). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Berselang 13 hari, Polsek Tabanan baru melakukan press rilis terhadap kasus pencurian itik yang sempat menggegerkan masyarakat Desa Bongam, Kecamatan Tabanan, awal bulan Mei 2019 lalu. Ternyata pelakunya merupakan pasangan selingkuh yang nekat mencuri itik karena faktor ekonomi.

Pasangan selingkuh I Wayan Artana, 40 dan Ni Nengah Widnyani, 44 asal Banjar Babahan Kangin, Desa Babahan, Kecamatan Penebel,  diamankan oleh jajaran Polsek Tabanan, berawal dari pencurian itik yang dilakukan di kandang milik I Wayan Mardika di wilayah Subak Kota Bongan, Desa Bongan, Tabanan. Pelaku I Wayan Artana dan Ni Nengah Widnyani melakukan pencurian secara bersama-sama, namun peran yang berbeda. Saat melakukan pencurian I Wayan Artana masuk ke dalam kandang dengan cara melompati jaring kandang selanjutnya mengambil itik, sedangkan pelaku Ni Nengah Widnyani menunggu di luar kandang memegang karung plastik. 

Nahas aksi pencurian kedua pelaku sudah diketahui oleh pemilik kandang I Wayan Mardika lantaran sudah kemalingan sebanyak tiga kali, sehingga korban berinisiatif untuk menyelidiki pencurinya. Setiap malam selalu berjaga mengawasi kandangnya. Dimana pada saat itu pada hari Rabu (1/5) sekitar pukul 23.00 Wita, korban I Wayan Mardika bersama saksi Gung Pande Artana menjaga mengawasi kandang itik di areal persawahan Subak Kota Bongan.

Sekitar pukul 01.00 Wita, korban melihat kedua pelaku datang dengan berjalan kaki dari arah timur, sesampai di sebelah selatan kandang itik, pelaku I Wayan Artana masuk ke dalam kandang dengan cara melompati jaring setinggi kurang lebih 1 meter, sedangkan pelaku Ni Nengah Widnyani berdiri dipinggir kandang memegang karung plastik warna putih ukuran 50 kilogram.

Selanjutnya pelaku I Wayan Artana dengan posisi membungkuk mengambil salah satu itik dengan tangan kanan sehingga membuat yang bebek lainnya ribut, melihat hal tersebut, korban bersama saksi yang sudah sejak awal mengawasi pelaku langsung meneriaki pelaku

"Maling-Maling-Maling " sambil berlari kearah pelaku. Mendengar teriakan tersebut, kedua pelaku berusaha melarikan diri dan dikejar oleh korban, saksi dan anggota Reskrim Polsek Tabanan serta masyarakat yang kebetulan berada di sekitar TKP. Pelaku pun sempat dihakimi oleh warga yang membuat pelaku I Wayan Artana mengalami luka bengkak pada bagian mata dan wajah dan Ni Nengah Widnyani mengalami bengkak pada kepala bagian atas. Setelah itu keduanya diamankan ke Polsek Tabanan.

Kanit Reskrim Polsek Tabanan, IPTU I Nyoman Artadana, membenarkan perihal peristiwa tersebut. Diriny mengatakan setelah diinterogasi ternyata kedua pelaku diketahui sebagai pasangan selingkuh yang sama-sama berasal dari Desa Babahan, Penebel, Tabanan. Aksi pencurian pun diketahui oleh korban, karena pada saat itu korban berada di sekitar kandang untuk mengawasi itiknya, karena sebelumnya korban sudah tiga kali kehilangan itik, yang jumlahnya 130 itik.

"Korban sudah mengetahui gerak-gerik pelaku saat datang ke kandang korban, melihat ada dua orang yang mencurigakan kemudian korban menelpon pecalang, sehingga warga pun datang ke TKP. Pada saat pelaku mengambil itik korban, kemudian korban langsung meneriaki maling, akhirnya pelaku bingung dan berusaha untuk kabur," paparnya Selasa (14/5).

Dirinya menambahkan, menurut pengakuan pelaku mereka berdua sempat melakukan pencurian itik di kandang milik korban sebanyak satu kali dengan mengambil itik 15 ekor. Dan hasil curiannya oleh korban dijual di Pasar hewan Pasar Kediri, dengan harga dua puluh ribu rupiah per ekor. "Untuk hasil curiannya, pelaku menjualnya di Pasar Hewan Kediri dengan harga di bawah pasaran yaitu dua puluh ribu rupiah, sedangkan kalau harga normal bisa sampai lima puluh sampai enam puluh ribu per ekor," lanjutnya.

Pelaku kemudian diamankan di Polsek Tabanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dimana atas perbuatannya pelaku diancam Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP Jo pasal 53 KUHP, dengan ancaman hukum tujuh tahun penjara.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia