Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Nelayan Hilang Saat Melaut, Perahunya Ditemukan Tak Bertuan

14 Mei 2019, 19: 31: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nelayan Hilang Saat Melaut, Perahunya Ditemukan Tak Bertuan

GURU PIDUKA: Pihak keluarga saat tengah melakukan upacara guru piduka memohon agar Ariasa ditemukan selamat. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kadek Ariasa, 37 nelayan asal Banjar Anyar, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kubutambahan sejak Senin (13/5) sekira pukul 15.30. Anehnya, perahu miliknya justru ditemukan tak bertuan oleh nelayan setempat di perairan Desa/Kecamatan Kubutambahan. Atas kondisi ini pihak keluarga Ariasa pun menggelar upacara Guru Piduka agar Ariasa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Dari penuturan kakak korban, Putu Sukiada, 40, adik bungsunya dari sepuluh bersaudara ini berangkat melaut 30 menit lebih dulu dari dirinya. Mereka berangkat menggunakan perahu berbeda. Keduanya mulai melaut dari perairan Pantai Penimbangan bagian Barat.

Kendati sama-sama melaut di kawasan Perairan Desa Kubutambahan, namun Sukiada malah tak sempat bertemu sang adik.“Dia (Ariasa, Red) sempat membangunkan saya sebelum melaut. Terus nanya saya,  melaut apa tidak, saya jawab, ya berangkat duluan sebentar lagi saya menyusul,” ujar Sukiada.

Setelah puas memancing, Sukiada memilih pulang sekitar pukul 20.00 Wita. Nah saat memarkir perahunya itulah ia sempat melihat Luh Tu, 35 yang notabene istri dari Kadek Ariasa. Luh Tu disebutnya kerap menunggu Ariasa yang pergi melaut untuk menjemput hasil pancingan.

Rupanya, hingga jarum jam menunjukkan pukul 23.00 Wita, Ariasi tak kunjung pulang. Luh Tu pun mulai panik dan menghubungi dirnya untuk membantu melakukan pencarian. Menerima kabar tersebut, Sukiada bergegas mencari dan melakukan penyisiran ke tengah laut pada Selasa (14/5) dini hari, sekitar pukul 02.30 wita.

“Kalau mancing tongkol itu sebentar. Paling lambat pukul 20.00 Wita sudah pulang. Makanya saya langsung cari. Saya berpikir kok bisa hilang, padahal cuaca sangat tenang, tidak ada hujan dan angin,” imbuh Sukiada.

Anehnya, pada Selasa (14/5) sekira pukul 05.30 wita, perahu milik Ariasa justru ditemukan tanpa tuan oleh dua orang nelayan. Mereka adalah I Gede Widiada, 40, dan Gede Sumadana, 30, warga asal banjar Dinas Kaja Kangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan.

Perahu itu ditemukan dalam kondisi mesin masih aktif  dan mengambang di perairan wilayah Kubutambahan. Atau sekitar 2,4 kilometer dari bibir pantai, lengkap dengan ikan tangkapan sekitar 3 kilogram.

Atas temuan itu, Keluarga Ariasa langsung menggelar upacara Guru Piduka dan Ngulapin. Pihak keluarga memohon kepada penguasa laut untuk memberikan mujizat, dengan harapan Ariasa bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Kalau firasat dan mimpi buruk tidak ada sama sekali, harapan kami mudah-mudah masih selamat dan cepat di temukan,” pungkas Sukiada.

Di sisi lain, tim gabungan dari Pos SAR Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Satpolairud Polres Buleleng dibantu sejumlah nelayan mulai melakukan pencarian sekitar pukul 11.30 wita. Namun hingga pukul 18.00 Wita, hasilnya masih nihil.

Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Hendri Gunawan, mengatakan tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran di kisaran dua nautical mil. Hanya saja tim gabungan saat ini masih berupaya mencari titik koordinat lokasi perahu korban ditemukan.

“Kami masih fokus di pencarian titik penemuan jukung, sampai saat ini masih menentukan titik koordinat, sejauh ini cuaca masih landai, gelombang juga tidak terlalu besar,” kata Dewa Hendri.

Diperkirakan korban Kadek Ariasa terjatuh dari perahunya karena dihantam gelombang saat melaut. Sebab, menurut penuturan nelayan  dan data Tim SAR Buleleng kondisi gelombang ditengah laut cukup tinggi, sekitar satu meter.

Sesuai SOP, Pos SAR akan tetap melakukan pencarian hingga maksimal selama 7 hari kedepan. “Mudah-mudahan cepat ketemu, sementara kami masih lakukan pencarian dengan perahu karet saja,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia