Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mengaku Dipukul Juga, Dewa Rai Balik Laporkan Kadek Diana

14 Mei 2019, 23: 17: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengaku Dipukul Juga, Dewa Rai Balik Laporkan Kadek Diana

BUAT LAPORAN: Sekretaris Komisi I DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai Adi (tengah) saat membuat laporan di SPKT Polda Bali, Selasa malam (14/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR  - Insiden memalukan antara Sekretaris Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai Adi yang memukul Ketua Fraksi PDIP Kadek Diana berujung saling lapor. Setelah Kadek Diana melaporkan karena dipukul, Selasa malam (14/5) giliran Dewa Rai yang juga anggota FPDIP DPRD Bali membuat laporan balik ke SPKT Polda Bali. Dia juga mengaku sebagai korban pemukulan yang dilakukan oleh Kadek Diana.

Saat melapor tersebut, beredar foto Dewa Rai bersanding dengan Made Suparta. Pengacara yang juga kader PDIP yang lolos dari dapil Tabanan untuk DPRD Bali dalam pileg 2019 ini. Suparta dikonfirmasi menampik jika dirinya menjadi pengacara untuk Dewa Rai. Namun Suparta mengaku hanya datang ke Polda untuk tahu kasus ini.

“Saya tidak mendampingi Dewa Rai, saya bukan pengacaranya. Saya hanya datang ke Polda ingin tahu kasusnya,” jelas Mantan Anggota DPRD Bali ini.

Koran ini berusaha mencari pengacara yang menampingi Dewa Rai. Ternyata yang mendampingi adalah Putu Bagus Budi Arsawan dkk. Dikonfirmasikan lewat telpon, Budi Arsawan mengakui. “Kami memang mendampingi Ajik Dewa Rai, dan kami sudah melaporkan Bali Kadek Diana mengakukan penganiayaan juga,” ungkap Budi saat dikonfirmasi koran ini.

Dia mengatakan sudah melakukan visum di RS Bayangkara, karena Kadek Diana juga sempat memukul dan ditangkis oleh Dewa Rai. Karena menangkis, tangannya Dewa Rai bengkak. “Dewa Rai juga jadi korban pemukulan, namun berhashil ditangkis. Sehingga tanganya Dewa Rai bengkak dan sudah divisum,” imbuhnya.

Dia mengatakan sudah membuat laporkan ke Polda Bali dan sudah memberikan penejlasan ke pihak kepolisian, untuk menerangkan kasus ini sebenarnya adalah perkelahian bukan penganiayaan. “Namun ketika Kadek Diana melapor penganiayaan kami juga melaporkan, silakan nanti penyidik melakukan kajiaan atas kasus ini. Yang jelas kasus ini adalah perang tanding atau perkelahian,” tegasnya.

Seperti diketahui, sidang paripurna di DPRD Bali pada Selasa kemarin (14/5) diwarnai aksi mejaguran. Salah seorang anggota dewan memukul rekannya sendiri. Dan ironisnya, pelaku maupun korbannya sama-sama dari Fraksi PDIP. Satunya ketua. Satunya lagi anggota.

Pelakunya diduga Dewa Nyoman Rai anggota Fraksi PDIP yang duduk di Komisi I. Sedangkan korbannya Kadek Diana yang berstatus sebagai Ketua Fraksi PDIP. Akibat pemukulan tersebut, Kadek Diana mengalami luka robek pada pelipisnya. Bahkan sempat dilarikan ke RS Bali Mandara.

Informasinya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Menjelang sidang paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di ruang sidang utama.

Kebetulan ada kelanjutan sidang paripurna. Agendanya, penyampaian pendapat Gubernur Bali terhadap Ranperda Sistem Pertanian Organik dan Ranperda Perubahan Ketiga Atas Perda Pajak Daerah.

Sebagian besar anggota dewan yang ikut sidang tersebut sudah duduk di kursi ruang sidang utama. Hanya saja, sidang saat itu belum dimulai.

Sambil menunggu, Kadek Diana yang duduk di Komisi III ngobrol dengan sesama anggota. Saat itulah, dia mengaku dipukul dua kali pada bagian pelipis kirinya oleh Dewa Rai. 

Informasi lain menyebutkan, peristiwa yang berlangsung singkat itu terjadi di ruang absen yang masih bagian dari ruang sidang utama DPRD Bali. Sehingga anggota dewan lainnya tidak melihat langsung peristiwa itu.

“Refleks saja. Saudara saya (Kadek Diana) sakit begitu, saya antar langsung ke RS Bali Mandara. Peristiwanya bagaimana saya tidak tahu,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba. 

Tamba pun tidak banyak bertanya saat mengantarkan Kadek Diana ke rumah sakit. “Saya tidak tanya juga. Saya tidak mau dia ribut juga biar darahnya nggak banyak keluar,” imbuhnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia