Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Cek SDN 4 Cempaga, Bupati Bangli Perintahkan Bongkar Bangunan Lama

15 Mei 2019, 08: 24: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cek SDN 4 Cempaga, Bupati Bangli Perintahkan Bongkar Bangunan Lama

CEK SEKOLAH: Bupati Bangli I Made Gianyar meninjau bekas mes guru di SDN 4 Cempaga, kemarin (14/5). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Perpustakaan di SD Negeri 4 Cempaga, Bangli sudah lama tidak difungsikan. Ini karena kondisi bangunan berumur, dan menyebabkan banyak bagian yang rusak. Kondisi yang sama juga terjadi pada mess guru, yang difungsikan sebagai ruang kepala sekolah dan UKS. Atas kondisi itu, Bupati Bangli I Made Gianyar pun dengan tegas meminta kepada pihak sekolah membongkar bangunan tersebut, atau setidaknya diperbaiki. Sehingga area sekolah menjadi aman dan nyaman.

“Sekolah harus jadi tempat nyaman. Tata letak bangunan juga harus diatur agar bagus. Sehingga siapa pun datang ke sini (SDN 4 Cempaga) bakal senang,” ucap Gianyar di sela-sela kunjungannya Selasa (14/5) kemarin.

“Saya minta kalau bisa dibongkar, ya bongkar. Kalau belum bisa, mungkin diperbaiki supaya lebih bagus dan aman,” sambungnya.

Apa yang disampaikan Gianyar memang berbanding lurus dengan bangunan sekolah, khususnya pada perpustakaan SDN 4 Cempaga. Lantaran dengan kondisi bangunan yang sudah uzur, membuat beberapa bagiannya rusak parah. Seperti pintu yang nyaris roboh, sehingga sangat bahaya untuk siswa.

Tidak hanya miris melihat kondisi perpustakaan. Gianyar juga prihatin melihat bekas mess guru, yang kini dijadikan ruang kepala sekolah dan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Karena kondisi bangunan yang hampir sama.

Menurut pihak sekolah, kondisi bangunan tersebut sebenarnya sudah diusulkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bangli supaya bangunan tersebut segera dipugar. Tapi sampai kemarin, kenyataannya bangunan tersebut masih tetap berdiri.

Untuk itu, saat meninjau langsung kondisi sekolah itu, Gianyar langsung memerintahkan Kepala Disdikpora dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (PUPRkim) Bangli untuk menindaklanjuti.

Bahkan khusus bangunan bekas mes, Gianyar tidak merekomendasi bangunan itu tetap berdiri alias harus dibongkar. Lantaran atap bangunan mes melewati tembok pembatas. Sehingga secara aturan tata letak bangunan menurut Hindu sudah tidak sesuai. “Maka bangunan itu diputihkan saja. Bangun ulang karena bangunan numbak rurung (lewat batas) tidak baik bagi penghuninya,” tegas bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu.

“Berapa pun anggaran untuk bangunan ini. Tidak harus menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), karena kita punya sumber dana lain, seperti GGS (Gerbang Gita Santhi),” imbuhnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia