Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Korupsi Perbekel Gadungan Makin Tak Jelas

15 Mei 2019, 09: 29: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kasus Korupsi Perbekel Gadungan Makin Tak Jelas

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Berkas kasus dugaan korupsi Perbekel Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, I Wayan Muliarta hingga kini belum juga dinyatakan lengkap (P21). Bahkan berkasnya lagi dikembalikan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan kepada penyidik Polres Tabanan.

Kok bisa? Karena masih ada petunjuk Jaksa yang belum dipenuhi. Padahal pengembalian berkas tersebut sudah yang keempat kalinya. Namun penyidik Polres Tabanan nampaknya kesulitan dalam merampungkan berkas tersebut.

Sebelumnya berkas perkara dugaan korupsi atas pungutan liar (pungli) yang dilakukan Perbekel Gadungan, I Wayan Muliartana diserahkan penyidik Polres Tabanan kepada Kejari Tabanan Senin 29 Oktober 2018 lalu. Namun hingga berjalan enam bulan, berkas perkara tersebut belum juga P2 sehingga Kejari Tabanan belum bisa melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan. Lantaran masih ada alat bukti yang kurang dan belum bisa dipenuhi penyidik Polres Tabanan.

Kasi Intelijen Kejari Tabanan, Rio Irnanda mengatakan, setelah pihaknya menerima berkas perkara akan dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa. Dengan batas waktu hingga 14 hari. Namun ternyata masih ada alat bukti yang kurang sehingga berkas perkara dikembalikan lagi kepada penyidik Polres Tabanan. Lengkap dengan petunjuk dari Jaksa untuk segera dipenuhi.

"Tetapi kemarin kita kembalikan lagi berkasnya karena petunjuk dari Jaksa masih belum dilengkapi. Jadi totalnya sudah empat kali kita kembalikan," ujarnya Selasa (14/5) kemarin.

Apakah ada kemungkinan kasus itu ditutup? Dirinya mengatakan, itu ranah penyidik Polres Tabanan. Sedangkan pihaknya tetap berharap kasusnya bisa berlanjut hingga ke persidangan. "Tetapi yang namanya penyidikan kan sudah ada gambaran," tandasnya.

Atas dugaan korupsi dengan kerugian Rp 13 juta tersebut, tersangka Muliartana yang telah diberhentikan sementara sebagai Perbekel Gadungan tersebut disangkakan pasal 12 huruf e dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. 

Sayangnya Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Decky Hendra Wijaya saat dikonfirmasi tidak membalas WhatsApp. Sementara itu salah seorang sumber di lapangan mengatakan, saat ini penyidik tengah menunggu hasil gelar perkara dengan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan Selasa (14/5) di Polda Bali. "Jadi masih menunggu hasilnya," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia