Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Ni Komang Julianti Balas Dendam karena Di-bully

15 Mei 2019, 10: 18: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ni Komang Julianti Balas Dendam karena Di-bully

DENDAM: Selama ini kerap dibully oleh teman – temannya, karena postur mini. Namun Julianti mampu membuktikan untuk bisa menjadi model professional. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ukuran tubuh yang mungil, seringkali membuat banyak wanita cemas, karena takut terlihat tidak menarik. Padahal, tidak selamanya memiliki tubuh seperti itu membuat seorang wanita tak menarik. Buktinya, nama Ni Komang Julianti kian ‘moncer’ di dunia foto model.

Sosok dara cantic mampu membalikan anggapan sebagian orang tentang fisik mungil seorang perempuan. Bagaimana tidak, wanita yang akrab disapa Olie ini kian mantap menjalani karir sebagai seorang foto model. Dengan bermodalkan keberanian serta kemampuannya dalam berpose, dara asal Karangasem ini kerap jadi ‘buah bibir’ para pegiat dunia fotografi. Apalagi, dirinya tampak percaya diri menjalani projek serta tawaran foto dengan konsep seksi. Tidak hanya itu, diakun instagram pribadinya, Olie begitu percaya diri memposting beragam foto menggoda dengan style dan konsep yang berbeda-beda. 


Menariknya, dibalik pencapaiannya itu, ada kisah dan cerita menarik yang mendasari Olie untuk tetap eksis bergeliat sebagai talent seksi foto model. Olie yang sempat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) ini mengaku, keinginannya untuk bisa menjadi seorang model dikarenakan ingin membuktikan diri jika dirinya yang memiliki tubuh tidak proposional bisa bersaing di dunia model. 


“Awalnya bisa tertarik menjadi foto model sebenerya pengen balas dendam aja sama teman-teman yang dulunya suka bully. Jadi aku pengen nunjukin kalau olie ini bisa jadi orang yang dikenal dan bisa bersaing di dunia model. Disamping itu alasan lainnya juga, memang aku suka jalan-jalan. Ya jadi model bisa show keluar kota sambil liburan gratis dan di bayar,” tuturnya dengan sedikit tertawa. Dan tidak sia-sia, karirnya pun cukup mengudara meski berawal dari sebatas model endorse beberapa produk kecantikan dan fashion ternama di Bali. 


Lama-kelamaan, sejak pertengahan tahun 2016 silam, Olie pun terjun sebagai seorang model profesional dengan melibatkan diri sebagai model bikini hingga memerani model artis dalam sebuah video klip musik di Bali. “Tentu untuk tatangannya, aku harus bisa pose se-sexy mungkin. Mengigat saya termasuk model yang kurang punya ‘aset’ sebagai model seksi. Ukuran dada yang relatif kecil, tentu memutar otak, bagaimana biar terlihat menarik. secara kita ketahui aset itu paling diminati photografer dan pasar tentunya. Kemudian, aku juga harus secara otodidak belajar lebih jauh tentanh teknik seorang model. Karena, aku ngga ada besik atau sekolah di dunia model. Jadi ya, butuh ketekukan aja,” jelas Olie.


Sementara itu, dalam menjalani karir sebagai foto model, perempuan kelahiran 26 Julo 1996 tersebut enggan untuk ikut dalam sebuah agency model ataupun managaement model. Secara mandiri, Olie harus merangkap perannya sebagai marketing untuk bisa mempromosikan diri di sejumlah brand-brand ternama. Dan diakuinya pula, penghasilan cukup menggiurkan dari hasil tawaran foto endorse. “Untuk saat ini, aku masih freelance model. Memang dari dulu aku ngak mau masuk managemnt manapun. Dan karean itu, untuk sekarang job endorse lebih mengalir dari pada event. Dan untuk konsepnya sendiri sih, tergantung permintaan. Cuman job yang masuk hampir 90 persen yang semua mengaharuskan aku tampil dan berpose seksi,” imbuh Olie.


Ketika ditanya apakah profesi seksi foto model ini akan terus digelutinya, Olie sendiri mengaku jika dirinya belum bisa memastikan, apakah akan terus berlajut atau tidak. Karena ia juga tak memungkiri, jika profesi model tidak selamanya ‘laris’ dipasaran. Faktor usia pun menjadi alasan dasar. Namun seperti iibarat pepatah lama mengatakan, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, dirinya tetap untuk mencari cela dan coba mengibarkan sayap di industri entertaiment.

Saat ini, diakui Olie, perkembangan dunia wisata panggung hiburan malam semakin menggurita. Dan peluang untuk ikut terlibat didalamnya pun sangat terbuka lebar. Alasan tersebut yang menguatkan dirinya untuk coba merambah sebagai seorang Live PA (Personal Appearence). “Untuk sekarang di dunia model, secara finansial lebih dari cukup. Tapi jujur saja, tidak untuk kedepan, karena Olie rasa kerja sebagai model ngak akan bertahan lama, dimakan usia tentunya. Makanya aku sekarang lagi ada garap beberapa kerjaan buat live PA. Ya, siapa tau ada keberuntungan untuk bisa kembangkan karir di dunia hiburan juga,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia