Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Soal Ribut Dewan, Kadek Diana: Baca yang Detail, Saya Tidak Menantang

15 Mei 2019, 13: 23: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Ribut Dewan, Kadek Diana: Baca yang Detail, Saya Tidak Menantang

KADEK DIANA: Kadek Diana dan isi percakapan di grup WA FPDIP DPRD Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR  - Koran ini akhirnya berhasil mengonfirmasi Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Kadek Diana, yang kena pukulan anggotanya, Dewa Nyoman Rai di gedung Dewan Renon. Dia mengatakan tidak merasa menantang berkelahi Dewa Rai.

“Saya merasa ungkapan saya menantang Dewa Rai itu tidak benar. Sudah ada percakapan saya detail itu baca yang jelas,” ungkap Kadek Diana.

Politisi asal Sukawati, Gianyar, ini mengatakan, agar secara cermat membaca percakapan digrup WA Fraksi PDIP itu. “Coba dibaca dengan cermat, pahami, tidak ada saya menantang,” jelasnya sembari membaca secara detail percakapan itu.

“Kalimat saya itu ‘Bila ada yang ingin menantang berkelahi’. Apa artinya, kalau ada orang yang mau menantang berkelahi. Bukan saya menantang Dewa Rai, jika ada yang mau menantang saya,” jelasnya.

“Bila perlu carikan ahli Bahasa, apakah kalimat saya itu menantang. Saya mengatakan, kalau ada yang mau menantang,” imbuh pemilik suara 80 ribu lebih dalam Pileg 2019 ini.

Tapi Dewa Rai menyimpulkan menantang? Kadek Diana mengatakan itu artinya salah mengerti akan kalimat orang. “Setiap kalimat saya ada maknanya, sekecil apa pun itu. Kalau itu dianggap menantang, saya pastikan itu salah memahami kalimat,” ungkap.

Terkait dengan laporan balik Dewa Rai yang menyebut Kadek Diana juga memukul, Kadek Diana memilih menyerahkan ke pihak kepolisian. “Silakan pihak polisi yang menuntaskan, satu Gedung orang bisa jadi saksi melihat apa tidak saya memukul. Yang pasti saya duduk dipukul bahkan saya tidak lihat Dewa Rai,” tegasnya.

Terkait langkah ke Partai? Kadek Diana mengatakan silakan agar dikonfirmasi ke Kettua DPD PDIP Bali Wayan Koster. “Apa sikap partai, silakan tanyakan ke Pak Koster. Saya menunggu saja apa sikap dari partai,” cetus Kadek Diana.

Seperti diketahui, sidang paripurna di DPRD Bali pada Selasa kemarin (14/5) diwarnai aksi mejaguran. Salah seorang anggota dewan memukul rekannya sendiri. Dan ironisnya, pelaku maupun korbannya sama-sama dari Fraksi PDIP. Satunya ketua. Satunya lagi anggota.

Pelakunya diduga Dewa Nyoman Rai anggota Fraksi PDIP yang duduk di Komisi I. Sedangkan korbannya Kadek Diana yang berstatus sebagai Ketua Fraksi PDIP. Akibat pemukulan tersebut, Kadek Diana mengalami luka robek pada pelipisnya. Bahkan sempat dilarikan ke RS Bali Mandara.

Informasinya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Menjelang sidang paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di ruang sidang utama.

Kebetulan ada kelanjutan sidang paripurna. Agendanya, penyampaian pendapat Gubernur Bali terhadap Ranperda Sistem Pertanian Organik dan Ranperda Perubahan Ketiga Atas Perda Pajak Daerah.

Sebagian besar anggota dewan yang ikut sidang tersebut sudah duduk di kursi ruang sidang utama. Hanya saja, sidang saat itu belum dimulai.

Sambil menunggu, Kadek Diana yang duduk di Komisi III ngobrol dengan sesama anggota. Saat itulah, dia mengaku dipukul dua kali pada bagian pelipis kirinya oleh Dewa Rai. 

Informasi lain menyebutkan, peristiwa yang berlangsung singkat itu terjadi di ruang absen yang masih bagian dari ruang sidang utama DPRD Bali. Sehingga anggota dewan lainnya tidak melihat langsung peristiwa itu.

“Refleks saja. Saudara saya (Kadek Diana) sakit begitu, saya antar langsung ke RS Bali Mandara. Peristiwanya bagaimana saya tidak tahu,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba. 

Tamba pun tidak banyak bertanya saat mengantarkan Kadek Diana ke rumah sakit. “Saya tidak tanya juga. Saya tidak mau dia ribut juga biar darahnya nggak banyak keluar,” imbuhnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia