Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gagal Temukan Gunting Rp 88 Ribu, Eka Disiram Dua Panci Air Panas

15 Mei 2019, 17: 28: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gagal Temukan Gunting Rp 88 Ribu, Eka Disiram Dua Panci Air Panas

KORBAN: Korban penyiraman air panas saat menceritakan kejadiannya di Mapolda Bali didampingi pengacaranya (foto kanan). Desak Made Wiratningsih (foto kiri). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Niatnya mengadu nasib ke Bali, justeru berujung penganiayaan. Pun gaji selama 7 bulan juga tidak dibayar oleh majikannya. Begitulah nasib malang pembantu rumah tangga asal Kalisat Jember yang bernama Eka Febriyanti, 21, harus mengalami luka bakar hingga 50 persen di sekujur tubuhnya yang diduga lantaran disiram dua panci air mendidih oleh sang majikan Desak Made Wiratningsih.

Dari pengakunnya kejadian tersebut terjadi hanya karena permasalahan gunting besi  yang hilang. Kemudian korban disuruh mencarinya sampai ketemu. Sayangnya, korban tidak ingat betul lokasi rumah tempatnya bekerja. Ia hanya menyampaikan TKP di dekat Stadion Dipta Gainyar, tepatnya gang masuk sebelah Indomaret rumah pojok sendiri.

BACA JUGA

Tak Hanya Disiram Air Panas, Santi Juga Pernah Dibakar Majikannya

Gaji Tak Dibayar, Setelah Disiram Air Panas, Eka Masih Nyari Gunting

 "Saya sudah berusaha mencari, ternyata gunting tersebut tidak ketemu. Kalau tidak ketemu kan menerima sanksi. Jadi saya berani disiram air panas itu. Tapi setelah saya ketakutan disiram dua panci. Saya melarikan diri," jelas korban.

Dijelaskan, peristiwa itu bermula pada Selasa pagi (7/5) sang majikan menyuruh korban mencari gunting besi berwarna hitam seharga Rp 88 ribu yang diakuinya hilang. Pencarian tersebut berujung dengan kesepakatan dari majikan memberikan hukuman  disiram air panas jika tidak menemukannya.

Korban pun berusaha mencari di seluruh sudut ruangan, namun tidak ketemu. Akhirnya pasrah oleh kemauan sang majikan. Sekitar pukul 12.00 sang majikan menyuruh adik tiri korban yang bernama Santi untuk merebuskan air dua panci.

"Tidak ketemu guntingnya. Lantaran korban ndak punya uang dan tidak menemukan gunting yang dimaksud diganti dengan disiram air panas. Yang namanya orang awam, orang kecil akhirnya menyatakan iya aja," ungkap Kuasa Hukum korban Supriyono saat ditemui di Mapolda Bali pada Rabu (15/5).

Setelah air mendidih, korban dipanggil oleh majikannya dan disiram air panas tersebut. Mulai dari ujung kepala secara bergantian dengan Santi dan sekuriti rumah yang diketahui bernama Eri.

"Penyiraman pertama dilakuakan oleh majikannya ini. Lalu dilanjutkan oleh adik tirinya dan Eri. Segelas demi segelas sampai dua panci air panas habis," ungkapnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia