Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Selain Sanjaya, Muncul Nama Urip dan Boping dalam Bursa Pilbup

15 Mei 2019, 19: 11: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Selain Sanjaya, Muncul Nama Urip dan Boping dalam Bursa Pilbup

I Nyoman Nada Umbara (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Publik semakin penasaran dengan siapa calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung pada Pilkada Tabanan 2020 mendatang. Akankah kepemimpinan 'Dinasty' kembali berjaya atau ada orang baru yang akan memegang tonggak pemerintah.

Hal itu pun membuat salah seorang banteng tua asal Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan angkat bicara. Menurut I Nyoman Nada Umbara sosok yang layak menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati adalah kader yang memiliki basic yang jelas di bidang politik karena ini merupakan jabatan politik. Disamping itu, kader tersebut harus mau bekerja untuk memberikan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, bukan mementingkan diri sendiri.

"Dan tentunya orang itu juga harus paham tentang ilmu pemerintahan," tegasnya saat ditemui Rabu (15/5).

Ia pun menilai sebetulnya banyak calon pemimpin di Tabanan hanya saja yang menentukan tetap DPP PDIP. Sehingga ia berharap siapa pun nantinya yang mendapatkan rekomendasi prosesnya sudah sesuai dengan mekanisme yang ada, bukan hanya sekadar kuat melobi di pusat. Namun ia tidak memungkiri jika mendengar beberapa nama kader muncul dan digadang-gadang menjadi calon Bupati Tabanan yakni I Komang Gede Sanjaya, Made Urip dan Ketut 'Boping' Suryadi.

"Tetapi siapa pun orangnya menurut saya yang pas dan cocok memimpin Tabanan adalah yang punya idealis, loyal dengan masyarakat dalam arti luas, dan kalau bisa sosoknya merakyat seperti Jokowi," sambungnya.

Hanya saja jika bisa, Umbara berharap calon pemimpin Tabanan nanti berasal dari Kecamatan selain Baturiti. Mungkin petinggi partai bisa mempertimbangkan Kecamatan yang jumlah pemilihnya terbanyak seperti Kediri, atau Kerambitan ataupun Selemadeg. "Apalagi kader dari Kediri belum ada mendapatkan jabatan politis. Atau misalkan kalau bupatinya dari Tabanan ya Wakilnya dari Kediri. Kalaupun tidak di Kediri ya Kecamatan lain kan masih ada calonnya, prinsipnya diluar Baturiti," paparnya.

Di luar itu semua selaku masyarakat Tabanan ia ingin pemimpin yang akan datang mampu membawa Tabanan kearah yang lebih baik lagi.

Sementara itu, berdasarkan sumber terpercaya nama calon Bupati Tabanan yang akan diberikan rekomendasi oleh DPP PDIP sudah mengerucut pada satu nama. Namun kapan kandidat itu akan diumumkan masih menjadi misteri. "Sudah ada satu nama calon yang kemungkinan besar dapat rekomendasi," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

Hanya saja hal itu pun belum bisa dipastikan lantaran apa pun bisa terjadi di PDIP Tabanan. Bahkan peristiwa pada Pilkada Tabanan 2010 silam bisa kembali terjadi. Dimana secara mengejutkan kader senior yang begitu kuat bisa jatuh terseok-seok dan kader baru melaju dengan penuh percaya diri tanpa hambatan.

Kembali pada ingatan ketika itu, DPP PDIP memunculkan paket Wayan Sukaja-Eka Wiryastuti. Namun munculnya paket itu menimbulkan konflik internal di PDIP Tabanan hingga akhirnya kejutan muncul, keluar rekomendasi baru yakni Eka Wiryastuti-I Komang Gede Sanjaya. "Ada kemungkinan nantinya berjalan 'Karma' seperti saat Sukaja dulu," sambungnya.

Disamping itu banyak calon independen yang dirasa tepat untuk melengkapi figur calon Bupati yang berasal dari PDIP nantinya. Namun semuanya kembali lagi pada DPP PDIP. "Sekarang tinggal siapa yang kuat melobi di pusat," imbuhnya.

Menurutnya proses pemberian rekomendasi pun akan berjalan cukup alot jika ada pihak yang mencoba bermain curang atau menggunakan cara-cara licik untuk mendapatkan rekomendasi. "Kita lihat sekarang penentuan Ketua DPRD Tabanan yang belum apa-apa saja sudah saling sikut, apalagi calom Bupati dan Wakil Bupati. Intinya kita berharap semuanya melaluo mekanisme yang sesuai," tukas sumber

Di sisi lain, pertarungan dalam menjadi menjadi pemimpin Tabanan nantinya tidak lah mudah. Karena yang ingin menjadi pemimpin Tabanan juga tak sedikit, bahkan ada dari kalangan pejabat yang ingin ikut kontestasi politik tersebut. "Ada pejabat asli Tabanan yang bertugas di luar Bali juga ingin ikut dalam Pilkada 2020 mendatang," tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia