Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Satu Pelaku yang Hipnotis Pemangku Diamankan di Mapolsek Ubud

15 Mei 2019, 19: 54: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Satu Pelaku yang Hipnotis Pemangku Diamankan di Mapolsek Ubud

SHOCK: Kondisi Jero Mangku Puseh, Desa Sayan, Ubud yang tengah shock pasca menjadi korban hipnotis, Selasa (14/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR –Tak menunggu waktu lama, terduga pelaku kejahatan dengan modus hipnotis I Nyoman EW,26, dibekuk oleh jajaran Polsek Ubud. Pria asal Blambangan Mucar, Banyuwangi yang telah melakukan aksi jahat dengan cara hiptonis korban Jero mangku Made Nyantuh,70, ditangkap di sebuah kos yang ada di Kecamatan Kediri, Tabanan pada Selasa (14/5) sore sekitar pukul 16.00.

Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana SH,MH, melalui Kanit Reskrim IPTU I Dewa Made Pramantara,SH membenarkan terduga pelaku I Wayan EW ditangkap di kostnya yang ada di Kecamatan Kediri Tabanan. Saat ini ia telah diamankan di Mapolsek Ubud guna penyelidikan lebih lanjut. “Sudah (diamankan) kami masih lakukan pengembangan,” ungkapnya, Rabu (15/5).

Sedangkan saat diamankan, pelaku dikatakan tidak melakukan perlawanan. Namun sempat tidak mengaku. “Dia tidak punya keahlian hipnotis, cuma tipu muslihat. Awalnya dia tidak memgaku, setelah kita introgasi akhirnya mengaku,” tandas Pramantara.  

Seperti diketahui, tempat kejadian perkara (TKP) berlokasi di warung Putu Diah Banjar Pande, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar. Sekira pukul 12.30, Selasa (14/5) datang dua orang laki-laki ke warung tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih kombinasi merah. Salah satu laki-laki itu membeli bubur pada korban, sedangkan pelaku yang satunya hanya duduk saja di dalam warung dan tidak berbelanja dengan alasan sedang puasa.

Selesai makan bubur ia berkata kepada korban bahwa temannya tersebut adalah seorang dukun. Selanjutnya pria yang mengaku dukun itu langsung menyuruh korban untuk mengeluarkan semua uang milik korban dengan alasan akan dimantrai agar dagangan bisa laris. Selanjutnya korban memberikan semua uang berjumlah sebesar Rp. 875 ribu.

Saat itu juga pelaku bertanya kepada korban, apakah memiliki barang-barang yang terbuat dari emas?, korban mengatakan bahwa memang memiliki barang-barang yang terbuat dari emas. Disuruhlah korban juga untuk mengambil barang-barang tersebut dengan alasan didoakan untuk melariskan dagangan.

Korban yang selaku Pemangku Pura Puseh, Desa Sayan, Ubud itu pun langsung pulang ke rumah yang ada di belakang warungnya tersebut. Korban mengambil barang-barang berupa 1 pasang giwang (sumpel), 2 (dua) buah cincin dan 1 (satu) buah kalung emas dalam sebuah kotak. Ia menyerahkan barang-barang tersebut kepada pelaku.

Sampai di warung semua barang berharga itu dimasukkan ke dalam dompet. Sedangkan korban kembali pulang ke rumah bermaksud menaruh kotak perhiasannya di bawah bantal. Sesuai arahan pria yang mengaku sebagai dukun itu.  Kemudian korban mendengar suara sepeda motor dari arah warung dan merasa curiga, ia pun langsung pergi ke warung mengecek dompetnya. Kedua laki-laki tersebut sudah hilang dan saat diperiksa perhiasan maupun uang miliknya sudah raib.

Dalam dompet tersebut hanya tersisa batu yang berwarna hitam milik terduga pelaku, serta tersisa uang sebesar Rp. 115 ribu pecahan Rp. 2 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 50 ribu.  Selanjutnya korban langsung menangis dan memanggil cucunya. Atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 10 juta.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari terduga pelaku terdiri atas satu tas coklat merek polo wisdom.  Satu kotak mas warna ungu, nota kertas berwarna hijau muda berisi pormulir pendaftaran kue kacang, satu buah batu hitam, satu unit honda beat warna merah putih DK 3205 FK beserta STNKnya. Bahkan uang tunai sebesar Rp 1 juta.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia