Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dicurigai Skimming, Dua Warga Bulgaria Diamankan

15 Mei 2019, 20: 01: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dicurigai Skimming, Dua Warga Bulgaria Diamankan

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Dua warga negara asing (WNA) asal Bulgaria, KZI,24, dan GZI,25, diamankan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kampung Toya Pakeh, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung Senin (13/5) sekitar pukul 23.30. Keduanya diamankan warga karena gelagatnya mencurigakan. Dicurigai akan melakukan skimming.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), sebelum akhirnya diamankan oleh warga Toya Pakeh Ahmad Fahrozi dan beberapa warga lain, dua WNA itu sudah diintai geark-geriknya. Sebab sejak beberapa hari sebelumya, Fahrozi melihat 5 orang wisatawan gelagatnya mencurigakan, seperti akan menaruh sesuatu di ATM itu. Karena kantor tempat Fahrozi bekerja dekat dengan ATM, jadi dengan mudah mengintai orang asing tersebut.

Saat tepergok warga, kedua wisatawan tersebut sedang memasang kabel pada mesin ATM. Spontan warga Bulgaria itu menawarkan sejumlah uang tutup mulut untuk Fahrozi dan rekannya. Uangnya ditolak, dua warga Bulgaria itu pun dilaporkan ke Polsek Nusa Penida.

Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana dikonfirmasi Rabu (15/5) membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasusnya masih didalami Sat Reskrim Polres Klungkung. Pihaknya tak mau gegabah menetapkan keduanya sebagai tersangka skimming atau kejahatan lainnya. Sebab saat ditangkap warga, keduanya belum melakukan skimming atau dugaan kejahatan lain. “Karena baru percobaan. Kami masih perlu mengumpulkan barang bukti dulu,” ujar Sudana.   

Disinggung terkait barang bukti yang telah diamankan, polisi dengan dua melati di pundak itu mengaku sudah ada beberapa. Salah satunya kabel yang diduga untuk tindak kejahatan. “Pengerusakan ATM belum kami temukan. Intinya kami masih selidiki,” tegas Sudana.

Sekadar diketahui, kasus skimming pernah terjadi di Nusa Penida Juli 2018. Pelakunya adalah Ivan Hristov Stanchev asal Bulagaria dan Plamen Nikolovpandov asal Australia. Mereka ditangkap karena melakukan skimming pada ATM di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida. Mereka ditangkap 9 Juli 2018.

Keduanya divonis bersalah, masing-masing 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Semarapura pada 5 Desember 2018. Mereka juga denda masing-masing Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia