Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dewa Rai: Dek Diana Care Nak Cenik, Nantang Kelahi, malah Lapor Polisi

15 Mei 2019, 20: 21: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewa Rai: Dek Diana Care Nak Cenik, Nantang Kelahi, malah Lapor Polisi

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai menyebut ketua fraksinya, Kadek Diana seperti anak kecil. Sebab, setelah berkelahi justru lapor polisi. Akibatnya, Dewa Rai juga ikut lapor polisi setelah insiden pemukulan di ruang sidang DPRD Bali, Selasa (14/5).

 “Percakapan di Grup WA Fraksi sudah terungkap, itulah faktanya memang Kadek Diana yang menantang ngajak berkelahi. Namanya ditantang pasti juga kita jengah,” kata politisi plontos yang sudah tiga periode duduk di DPRD Bali ini.

Dewa Rai mengatakan dengan kondisi seperti ini, membuat emosinya tak bisa terkontrol ketika melihat Kadek Diana. Akhirnya dia mengajak berkelahi, Dewa Rai melontarkan pukulan dan mendarat di pelipis Kadek Diana. Saat itu juga Diana memukul dan berhasil dia tepis. “Saya dipukul juga, tapi bisa saya tepis. Makanya tangan saya bengkak, akhirnya teman-teman melerai,” ujar politisi asal Tembok, Buleleng ini.

Namun yang membuat Dewa Rai kecewa dengan Kadek Diana, adalah ketika perkelahian itu malah dilaporkan ke polda Bali dengan tuduhan penganiayaan. “Dek Diana care nak cenik (Kadek Diana seperti anak kecil), dia yang menantang kelahi, kemudian sudah berkelahi, ketika keluar darah malah lapor polisi,” cetus Dewa Rai mengaku kecewa.

Dengan situasi seperti ini akhirnya Dewa Rai mengambil langkah hukum juga sebagai bentuk pembelaan. “Akhirnya saya mengambil langkah hukum juga, melaporkan Bali sebagai pembelaan. Dengan menunjukan bahwa memang Kadek Diana menantang berkelahi, saya bukan ujug – ujug main pukul. Itu perkelahian, bukan saya menganiaya,” tegasnya.

Apa langkah selanjutnya? Dewa Rai mengatakan bahwa dengan kondisi ini dirinya menunggu proses di polisi dan menunggu sikap – sikap dari internal partainya di PDIP. “Saya menunggu sikap polisi kan saya sudah melapor juga. Selain itu saya juga menunggu sikap induk partai saya di PDI Perjuangan,” jawabnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Kadek Diana, yang kena pukulan anggotanya, Dewa Nyoman Rai di gedung Dewan Renon mengatakan tidak merasa menantang berkelahi Dewa Rai.

“Saya merasa ungkapan saya menantang Dewa Rai itu tidak benar. Sudah ada percakapan saya detail itu baca yang jelas,” ungkap Kadek Diana.

Politisi asal Sukawati, Gianyar, ini mengatakan, agar secara cermat membaca percakapan digrup WA Fraksi PDIP itu. “Coba dibaca dengan cermat, pahami, tidak ada saya menantang,” jelasnya sembari membaca secara detail percakapan itu.

“Kalimat saya itu ‘Bila ada yang ingin menantang berkelahi’. Apa artinya, kalau ada orang yang mau menantang berkelahi. Bukan saya menantang Dewa Rai, jika ada yang mau menantang saya,” jelasnya.

“Bila perlu carikan ahli Bahasa, apakah kalimat saya itu menantang. Saya mengatakan, kalau ada yang mau menantang,” imbuh pemilik suara 80 ribu lebih dalam Pileg 2019 ini.

Tapi Dewa Rai menyimpulkan menantang? Kadek Diana mengatakan itu artinya salah mengerti akan kalimat orang. “Setiap kalimat saya ada maknanya, sekecil apa pun itu. Kalau itu dianggap menantang, saya pastikan itu salah memahami kalimat,” ungkapnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia