Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Siram PRT dengan Air Panas, Polisi Giring Tiga Orang ke Polda

15 Mei 2019, 20: 46: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Siram PRT dengan Air Panas, Polisi Giring Tiga Orang ke Polda

DIGIRING KE POLDA: Tiga orang yang dilaporkan menyiram air panas digiring ke Mapolda Bali Rabu malam (15/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Tiga orang yang dilaporkan menyiram seorang pembantu rumah tangga (PRT) dengan air panas digiring ke Mapolda Bali, Rabu malam (15/5). Mereka adalah sang majikan Desak Made Wiratningsih, 36, Santi Yuni Astuti (adik tiri korban) dan Kadek Erik Diantara (satpam). Mereka dibawa setelah pihak kepolisian mendalami laporan korban Eka Febriyanti, 21, dengan nomor LP/202/V/2019/BALI/SPKT, tertanggal 15 Mei 2019.

“Laporannya sudah kami terima pada pukul 14.00, dugaan Tindak Pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud pasal 44 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. Dan sekarang ketiganya sudah dibawa ke Polda,” tegas Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan saat dikonfirmasi Rabu malam.

Sebelumnya korban didampingi pengacaranya Supriyono mendatangi SPKT Polda Bali pada Rabu siang untuk melaporkan kejadian KDRT yang diterima Eka pada Selasa (7/5) sekitar pukul 12.30 di salah satu rumah, gang sebelah Indomart Stadion Lapangan Sepak Bola Kapten Dipta Ginyar.

“Jadi setelah Santi selesai merebus air. Majikan korban ini menyuruh korban ke lantai atas ke kamarnya. Sampai disana sudah ada majikan korban, anak majikan, Kadek Erik dan Santi yang sudah membawa air panas. Dan korban di suruh melihat air panas tersebut,” ungkapnya.

Setelah itu korban ditanya dimana guntingnya dan menjawab tidak ketemu. Sang majikan saat itu juga langsung mengambil air panas dengan menggunakan gelas dan menyiram air panas ke tubuh korban sebanyak satu kali dari atas kepala dengan perlahan-lahan. Selanjutnya majikan korban menyuruh Santi dan Kadek Erik secara bergantian menyiramkan air panas ke tubuh korban dengan menggunakan gelas berkali-kali sampai air panas sebanyak dua panci tersebut habis.

“Korban hanya bisa berteriak Aduh Panas-Panas, ampun-ampuuuun. Tapi mereka tidak peduli. Setelah itu korban disuruh  membersihkan air panas yang tercecer di lantai kamar majikan  tersebut. Dan mencari gunting tersebut lagi serta mengancam korban akan menyiram dua panci air panas lagi jika gunting tersebut tidak ketemu,” paparnya.

Sehingga korban terpaksa melakukan perintah majikan, padahal badan sudah melepuh dan kesakitan. Korban berusaha mencari-cari gunting lagi namun tidak ketemu sehingga sekitar pukul 22.00 korban di suruh ke lantai atas di kamar majikan lagi.

Sesampainya di sana sudah ada Kadek Erik dan Santi, kemudian majikan korban menyuruh keduanya menyiramkan air panas lagi dari dispenser yang ada di kamar tersebut ke tubuh korban  dengan menggunakan gelas plastik berkali-kali. Sembari marah-marah dan di suruh berdiri dengan mengakat tangan dan sebelah kaki.

Kemudian di siram lagi, kejadian tersebut berlangsung sampai pukul 02.00 dan korban disuruh membersihkan lantai kamar lagi. Setelah itu korban di suruh mencari lagi gunting tersebut sampai pagi. Sekitar pukul 08.30, majikan korban sedang tidur di lantai atas, dan Santi yang sedang mandi di kamar mandi sehingga tidak ada orang. Kesempatan tersebut digunakan korban melarikan diri dengan meloncat dari tembok merajan.

Aksi melarikan diri tersebut kemudian dibantu oleh ibu-ibu warung, petugas polisi yang sempat ditemuinya, dan satpam Terminal Batu Bulan. “Saksi sudah kami periksa, sudah olah TKP kasus KDRT terhadap pembantu oleh penyidik Dit Reskrimum, Resmob dan Penyidik Polres Gianyar. Barang bukti sudah ada dan ketiganya di geser ke Polda,” tegasnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia