Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Tomat Ungu Mulai Dilirik Petani Pancasari

15 Mei 2019, 21: 49: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tomat Ungu Mulai Dilirik Petani Pancasari

DIMINATI: Tomat ungu kini makin diminati para petani Pancasari untuk dibudidayakan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SUKASADA - Petani di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada mulai mengembangkan tomat ungu atau indigo rose. Tomat yang populer di luar negeri ini diyakini memiliki kandungan antioksidan sangat tinggi. Terlebih, kawasan Desa Pancasari dinilai cocok untuk membudiayakan varietas tersebut, karena iklimnya sangat cocok.

I Gede Adi Mustika, salah seorang petani di Desa Pancasari mengatakan, ia tertarik untuk bereksperimen dengan mencoba membudidayakan tomat ungu atau disebut juga nama super tomato atau indigo rose.

Varietas tomat ungu ini sangat populer di luar negeri, lantaran rasanya enak dan warnanya yang menarik perhatian dengan gradasi sedikit gelap. Di samping itu, tomat unggu memiliki kandungan antioksidan sangat tinggi.

Targetnya adalah buah yang dihasilkan harus higienis dan organik. Untuk itu, dia pun menggunakan teknik penanaman dengan sistem fertigasi atau penanaman dengan sistem pengairan yang dilakukan memakai driff dan diteteskan ke tanaman.

Budidaya tomat ungu ini dilakukan dengan menggunakan green house. “Kami menggunakan sistem fertigasi juga green house. Tidak hanya menghasilkan buah dengan kualitas baik, pohon juga tidak mudah terserang hama penyakit,” jelasnya.

Gede Adi Mustika yang juga pemilik Wisata Petik Stroberi Wiwanda Agrow ini menambahkan, buah tomat ungu memiliki tekstur padat berair, bijinya kecil dan tersebar ke seluruh daging buah.

Teknik budidaya tomat ungu ini pun, menurutnya, tidak berbeda jauh dengan tomat biasa. Sebab, tomat ungu bisa ditaman di kebun atau halaman rumah. Hanya saja, tanaman tomat ungu ini memiliki masa penuaan yang lebih lama dibandingkan tomat biasa.

“Saya tanam tomat ini baru beberapa pohon saja, karena masih dalam tahap percobaan. Dengan melihat hasilnya yang cukup maksimal dan cocok di budidayakan di Desa Pancasari, tentu akan ada rencana ke depan untuk mengembangkan varietas ini,” tutupnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia