Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

KPU Bali Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2019

16 Mei 2019, 21: 52: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

KPU Bali Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2019

Ketua KPU Bali Dewa Gede Agung Lidartawan (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Berselang seminggu setelah pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menggelar evaluasi kinerja. Kegiatan yang dihadiri Biro Logistik Sekretariat KPU RI itu berlangsung, Kamis (16/5).

Satu hal yang diulas dalam evaluasi tersebut adalah keterlambatan distribusi logistik pada hari H pelaksanaan Pemilu 2019. Persoalan ini juga yang akan disampaikan ke KPU RI sebagai bahan evaluasi.

Seperti dijelaskan Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, evaluasi itu sebagai upaya perbaikan sistem dalam pelaksanaan Pemilu ke depannya, terutama menyangkut urusan logistik.

“Supaya tidak seperti Pemilu ini, ada logistik yang tersendat seperti di Buleleng,” ujar Lidartawan.

Soal keterlambatan tersebut, dia menegaskan bahwa kesalahan bukan pada KPU Buleleng atau KPU Bali. Itu merupakan tangung jawab sekretariat yang punya kewenangan teknis dalam persiapan maupun penyaluran.

“Kebijakan distribusi itu merupakan kewenangan sekretariat. Kami bukan lempar tanggung jawab. Cuman menyampaikan bahwa job description itu jelas. Bidang-bidang tugas itu jelas. Kemarin KPU yang disorot, salah alamat itu. Tapi ini tetap dijadikan evaluasi ke pusat nanti,” sambung mantan ketua KPU Bangli ini.

Pada kesempatan itu, KPU kabupaten/kota yang turut dilibatkan, juga menyampaikan masukan atau kendala yang dihadapi, dengan harapan  disampaikan ke KPU RI.

“Kami juga meminta KPU kabupaten/kota menyampaikan unek-uneknya. Permasalahan apa saja yang dihadapi di wilayah masing-masing. Nanti akan kami sampaikan ke KPU RI dalam evaluasi nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Gede John Darmawan menyebutkan, evaluasi ini penting. Sekalipun Pemilu 2019 telah selesai, dari segi tahapannya masih berlangsung.

“Karena yang dibahas adalah tahapan pasca Pemilu 2019, lalu bagaimana perencanaan terkait logistik pasca pemilu. Karena hal ini juga menyangkut sewa gudang,”  jelas John, kendati tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan tersebut.

Dia menegaskan, evaluasi tersebut membahas persoalan secara umum sehingga keterlambatan logistik yang terjadi Buleleng itu menjadi salah satu fokus yang dibahas. “Itu pasti jadi catatan dan bahan evaluasi untuk pelaksanaan pemilu ke depannya,” tukasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia