Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Warga Bulgaria Jadi Tersangka Skimming di Nusa Penida

16 Mei 2019, 22: 39: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dua Warga Bulgaria Jadi Tersangka Skimming di Nusa Penida

TERSANGKA: Dua WNA Bulgaria Konstantin Zlatkov Ivanov dan Georgi Zhivkov Ivanop hendak masuk ke ruang pemeriksaan Sat Reskrim Polres Klungkung. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Sat Reskrim Polres Klungkung secara resmi menetapkan dua warga negara asing (WNA) asal Bulgaria sebagai tersangka dugaan pembobolan data nasabah di ATM dengan modus skimming pada ATM di Kampung Toya Pakeh, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Mereka adalah Konstantin Zlatkov Ivanov (KZI), 24, dan rekannya Georgi Zhivkov Ivanop (GZI), 25.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengungkapkan, kedua WNA itu disangkakan Pasal 30 Ayat (1) dan (2) jo Pasal 46 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Udang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mirza menerangkan,  kedua pelaku mengincar khusus data nasabah wisatawan  asing. “Sasarannya adalah wisatawan asing, bukan orang lokal, tetapi  kami masih dalami,” ujar Mirza ditemui di Mapolres Klungkung, Kamis (16/5).

Mirza menyebutkan, hingga saat ini polisi belum menemukan data nasabah yang dicuri. Saat diamankan warga, kedua pelaku baru akan melakukan pembobolan data nasabah dengan modus skimming.

Beberapa alat-alatnya masih berada di dalam tas. Rencananya, tersangka terlebih dulu memasang alat untuk mencuri data nasabah. Setelah berhasil mendapatkan yang diinginkan, baru dilanjutkan pasang kamera guna mendapat nomor PIN ATM nasabah yang datanya sudah dikantongi.

 “Mereka mengaku baru belajar. Belajar dari internet. Makanya tidak langsung pasang kamera. Terima kasih kepada masyarakat yang peka terhadap lingkungan,” tegas Mirza.  

Seperti diketahui, kedua WNA Bulgaria tersebut diamankan warga Senin (13/5) sekitar pukul 23.30 lantaran gelagatnya mencurigakan. Karena dicurigai akan melakukan skimming, WNA itu akhirnya diamankan warga Toya Pakeh Ahmad Fahrozi dan beberapa warga lain. Kedua WNA itu sudah diintai gerak-geriknya beberapa hari sebelumya. Fahrozi melihat ada sekitar lima orang wisatawan gelagatnya mencurigakan di ATM tersebut.

Saat tepergok warga, hanya ada dua wisatawan yang kini ditetapkan menjadi tersangka. Mereka ketahuan memasang kabel di mesin ATM. Warga Bulgaria itu menawarkan sejumlah uang tutup mulut untuk Fahrozi dan rekannya. Uangnya ditolak, dua warga Bulgaria itu pun dilaporkan ke Polsek Nusa Penida.

Terhadap lima wisatawan yang mencurigakan, Mirza mengaku, belum tahu yang dimaksud warga.  “Warga sempat melihat saja, tidak bisa ditunjukkan yang mana orangnya,” tandas Mirza.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia