Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Penganiayaan Siswa, Kepsek Saraswati Diperiksa

16 Mei 2019, 23: 03: 43 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Penganiayaan Siswa, Kepsek Saraswati Diperiksa

DIPERIKSA: Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung I Gusti Made Suberata (pakai udeng). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung I Gusti Made Suberata diperiksa penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Klungkung, Kamis (16/5). Pemeriksaan terkait penganiayaan yang diduga dilakukan terhadap siswanya Ni Komang Putri, 18.

Suberata berada di ruang penyidik pukul 09.30-13.30. Dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan, Suberata enggan merinci materi pemeriksaan. Kepala sekolah (kepsek) itu sebatas menyebutkan bahwa masih seputaran dugaan penganiayaan yang menyeretnya sebagai terlapor.  Ia pun mengaku sudah membeberkan kronologis hingga kejadian itu dilaporkan ke polisi. “Kronologis sudah ada di BAP (berita acara pemeriksaan),” ujar Suberata.

Pemeriksaan tersebut merupakan yang pertama. Sebelumnya, yakni Senin (13/5), Suberata sebatas menemui Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan untuk koordinasi soal upaya damai yang ia lakukan dengan siswanya. Berikutnya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan lagi, sebagaimana disampaikan penyidik kepadanya.

Katanya, ketika butuh keterangan tambahan, maka akan dipanggil lagi. Suberata yang pensiun tahun ini pun siap dipanggil lagi. “Siap. Itu wajib hukumnya (hadir saat dipanggil,Red),” jelas Suberata yang sudah sekitar 30 tahun menjadi guru.

Terlepas kasus hukum yang masih bergulir di kepolisian, pria asal Karangasem tersebut mengaku masih tetap berupaya mengadakan pendekatan dengan pihak keluarga korban agar persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sebagai tenaga pendidik, ia tidak ada niat melakukan kekerasan fisik terhadap siswanya.

 “Bagi kami, orang tua (guru,Red) tidak mungkin melakukan kekerasan. Ini lepetan (musibah,Red). Sudah mau pensiun kok nemu kekene,” sesalnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan yang pertama. Suberata diperiksa selaku terlapor. “Kami masih minta keterangan terkait kasus dia sebagai terlapor,” ujarnya singkat.

Sekadar mengingat, dugaan penganiayaan terjadi saat pelepasan siswa kelas XII SMA Pariwisata Saraswati Klungkung pada Kamis (9/5) lalu. Kejadian berawal saat Putri ditegur salah seorang gurunya karena tidak menggunakan pakaian adat sebagaimana siswa kelas XII lainnya. Saat itu Putri menggunakan celana panjang, baju putih dan pakai jas. Gara-gara itu, dia ditegur seorang guru. Tidak diperkenankan berada di barisan. Putri sempat bersitegang dengan seorang guru, akhirnya datang Suberata.

Suberata mengajak Putri ke ruang Tata Usaha (TU) karena malu ada ribut-ribut ketika acara akan mulai. Saat mengajak ke ruang TU, Putri mengaku ditarik-tarik oleh kepala sekolahnya. Bahkan didorong ke ruang TU hingga jatuh terbentur lantai, yang mengakibatkan mulunya luka dan berdarah.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia