Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Banjar Batuculung

Serahkan Hibah Rp 400 Juta

16 Mei 2019, 23: 22: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Banjar Batuculung

KARYA: Bupati Giri Prasta (tengah) saat menghadiri karya mamungkah, ngenteg linggih, mupuk padagingan, ngentegang bale kulkul lan padudusan alit medasar tawur madurga jangkep di Banjar Batuculung, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (16/5). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Perhatian Pemkab Badung terhadap masyarakatnya sangat besar. Di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta, pemerintah selalu berkomitmen menjaga dan melestarikan adat, seni dan budaya Bali, khususnya meringankan beban krama Badung.

Salah satunya seperti mendukung karya mamungkah, ngenteg linggih, mupuk padagingan, ngentegang bale kulkul lan padudusan alit medasar tawur madurga jangkep yang telah dilakukan masyarakat Banjar Batuculung di Pura Begawan Penyarikan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (16/5).

Karya tersebut dihadiri langsung Bupati Giri Prasta, didampingi anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Camat Kuta Utara AA Ngurah Arimbawa beserta unsur tripika. Hadir pula Lurah Kerobokan Kaja I Made Adnyana, Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja, tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta, dan kelian adat dan dinas Banjar Batuculung.

 Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta didampingi para tokoh masyarakat Batuculung melakukan penandatanganan prasasti, dan menyerahkan bantuan upakara sebesar Rp 400 juta.


Prawartaka Karya I Gede Sumadi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang sudah berkesempatan hadir di karya tersebut. Dijelaskan, karya mamungkah tersebut dilaksanakan setelah rampungnya Balai Banjar Batuculung dan Pura Begawan Penyarikan Banjar Batuculung.

Pembangunan balai banjar itu sudah direncanakan sejak 2014, melalui dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tahun 2016 dengan membangun bale paruman atau wantilan, bale gong, pawaregan dan bale kulkul yang menghabiskan dana Rp 1,6 miliar lebih. Bantuan diperoleh dari Pemkab Badung melalui hibah tahun 2016 sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya dari kas warga krama banjar sebesar Rp 300 juta, punia dari krama banjar sebesar Rp 550 juta, dan LPD Desa kerobokan sebesar Rp 300 juta.


Sementara pada 2018 dilanjutkan pembangunan tahap kedua, yaitu linggih parahyangan, bale gede, gedong simpen, candi bentar dan tembok panyengker yang menghabiskan dana Rp 1,3 miliar.

Bantuan tersebut diperoleh dari Pemkab Badung melalui hibah tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar lebih, dan LPD Desa Kerobokan sebesar Rp 250 juta. “Dan pada Desember 2018 dilaksanakan upacara mecaru, melaspas, mendem pedagingan lan ngunggahang bale kulkul yang menghabiskan dana Rp 150 juta, berasal dari krama Banjar Batuculung,” jelasnya.

Gede Sumadi mengatakan, pada rahina Buda Kliwon Sinta, Banjar Batuculung melaksanakan karya mamungkah, ngenteg linggih, mupuk padagingan, ngantegang bale kulkul lan padudusan alit medasar tawur madurga jangkep. Karya ini menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta yang bersumber dari bantuan Pemkab Badung sebesar Rp 400 juta, dan dana punia dari krama banjar sebesar Rp 100 juta.


Sementara itu, Bupati Giri Prasta mengapresiasi rasa persatuan masyarakat Banjar Batuculung. Dia merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa meringankan beban masyarakat Badung, khususnya krama Banjar Batuculung.

Bupati Giri Prasta mengatakan, Pemkab Badung akan selalu memegang teguh dan berkomitmen dapat meringankan beban krama, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Seperti kebutuhan pribadinya, yaitu sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kesehatan. Selain itu kebutuhan komunal, yaitu peson-peson, nyekah bersama, pengeluaran piodalan, membangun bale banjar, wantilan dan membangan kahyangan tiga, dan bantuan sarana dan prasarana upakara sebagai salah satu wujud dari PPNSB.

 “Pengeluaran seperti ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhinya. Sehingga dana yang seharusnya dikeluarkan dapat dikelola dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam konsep Hindu ada tiga pilar, yaitu wimuda, winata, dan wiwerda. Wimuda adalah anak-anak. Winata adalah remaja atau yowana, karena sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Wiwerda adalah para orang tua.

Pada akhir kegiatan Bupati Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp 10 juta untuk mendukung para sekaa gong Banjar Batuculung, dan Rp 20 juta untuk PKK Banjar Batuculung.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia