Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

SAR Denpasar Berencana Buka Pos di Nusa Penida

16 Mei 2019, 23: 35: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

SAR Denpasar Berencana Buka Pos di Nusa Penida

AUDIENSI: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (tiga dari kiri) saat menerima audiensi pihak Kantor SAR Denpasar dan BPBD Provinsi Bali, Kamis (16/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Geliat aktivitas warga di Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang terus meningkat, khususnya di bidang pariwisata, membuat Kantor SAR Denpasar berencana membuka pos baru di dua pulau tersebut.

Pembangunan pos itu dilakukan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kasus kecelakaan yang menimpa warga maupun wisatawan. Rencana itu terungkap saat pihak Kantor SAR Denpasar yang diketuai Hari Adi Purnomo melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Audiensi yang digelar pada Kamis (16/5) di Kantor Gubernur Bali itu dilakukan, dengan harapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membantu menyediakan lahan yang tepat untuk dua pos baru tersebut.

Terkait rencana itu, Wagub Cok Ace menyatakan, Pemprov Bali memberikan respons positifnya. Terlebih, rencana tersebut ditujukan untuk respons pemerintah dalam memberikan pelayanan keselamatan bagi masyarakat serta wisatawan. Sehingga perlu gerak cepat dalam pelaksanaannya. “Saya setuju. Saya juga akan bicarakan dengan Bapak Gubernur agar mencarikan tanah provinsi di Nusa penida,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak obyek wisata yang belum siap dari segi rambu dan pengamanan. Karena itu, pihaknya juga berencana mempertemukan para pengelola objek wisata untuk menata kembali prosedur keamanan obyek wisata. “Kami akan ajak SAR dan BPBD Provinsi Bali untuk melakukan prosedur ini, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman,” kata Wagub Cok Ace.

Sementara itu, Hari Adi Purnomo mengatakan, saat ini di Bali baru ada tiga Pos SAR. Pos itu tersebar di Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Karangasem.

Hanya saja, belakangan ini sering terjadi kecelakaan di Nusa Penida yang sulit dalam pelaksanaan proses evakuasinya. Karena itu, pihaknya berinisiatif membentuk Unit Siaga SAR di Nusa Penida. Sejauh ini unit tersebut berkantor di Pos Dinas Perhubungan Klungkung.

“Setelah kami evaluasi, di Nusa Penida dan Nusa Lembongan sering kejadian tidak dapat dievakuasi, karena jarak tempuh dari Benoa ke Nusa Penida cukup jauh,” kata Hari.

Dia menambahkan, dengan adanya unit di Nusa Penida, sudah ada petugas di sana. Hanya saja ke depan unit ini diusulkan menjadi Pos SAR, sehingga bisa mendapat bantuan peralatan dari pusat. “Persyaratan dari pusat ini bisa dinaikkan status menjadi Pos dengan syarat paling tidak ada dukungan dari pemda berupa lahan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali, terhadap keberadaan lahan Pemprov Bali yang ada di Nusa Penida. “Kebetulan BMKG juga berencana memasang seismograf di sana. Di Nusa Penida cukup luas yang bisa dimanfaatkan sebagai pinjam pakai, sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia