Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Setelah Berdamai dengan Kadek Diana, Dewa Rai Cabut Laporan Pemukulan

17 Mei 2019, 09: 19: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setelah Berdamai dengan Kadek Diana, Dewa Rai Cabut Laporan Pemukulan

CABUT LAPORAN: Anggota DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai (tiga dari kanan) saat mencabut laporan di Polda Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Usai melaksanakan kesepakatan damai dengan koleganya di  DPRD Bali, Kadek Diana, Dewa Nyoman Rai dan pengacaranya langsung ke Polda Bali untuk mencabut laporan. Dari DPD PDIP Bali ikut mengawal adalah Made Suparta, selaku Wakil Sekretaris DPD PDIP Bali yang juga berlatar belakang pengacara senior. Suparta datang ke Polda Bali, untuk memastikan memang Dewa Rai mencabut laporan penganiayaan.

“Kalau Kadek Diana kan sudah mencabut, nah sekarang saya dapat tugas untuk mengawal pencabutan laporan Dewa Rai. Sekarang saya (pukul 09.15) sudah di Polda Bali, Ajik Dewa Rai sekarang proses mencabut laporannya,” tandas Suparta.

Kemudian Suparta mengatakan, intinya ingin memastikan laporan sudah dicabut nanti akan disampaikan ke Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster. “Kalau sudah dicabut saya laporakan ke Pak Ketua (Wayan Koster), dan semoga semua labda karya, tuntas, damai tidak ada lagi dendam dan mampu membangun dan membesarkan PDI Perjuangan kedepannya,” pungkas Suparta.

Dewa Rai juga membenarkan bahwa dirinya sudah di Polda Bali untuk mencabut laporan. “Kami siap damai, dan saya saat ini sedang mencabut laporan,” jelas politisi plontos asal Tembok, Buleleng ini.

Seperti diketahui, sidang paripurna di DPRD Bali pada Selasa (14/5) diwarnai aksi mejaguran. Salah seorang anggota dewan memukul rekannya sendiri. Dan ironisnya, pelaku maupun korbannya sama-sama dari Fraksi PDIP. Satunya ketua. Satunya lagi anggota.

Pelakunya diduga Dewa Nyoman Rai anggota Fraksi PDIP yang duduk di Komisi I. Sedangkan korbannya Kadek Diana yang berstatus sebagai Ketua Fraksi PDIP. Akibat pemukulan tersebut, Kadek Diana mengalami luka robek pada pelipisnya. Bahkan sempat dilarikan ke RS Bali Mandara.

Informasinya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Menjelang sidang paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di ruang sidang utama.

Kebetulan ada kelanjutan sidang paripurna. Agendanya, penyampaian pendapat Gubernur Bali terhadap Ranperda Sistem Pertanian Organik dan Ranperda Perubahan Ketiga Atas Perda Pajak Daerah.

Sebagian besar anggota dewan yang ikut sidang tersebut sudah duduk di kursi ruang sidang utama. Hanya saja, sidang saat itu belum dimulai.

Sambil menunggu, Kadek Diana yang duduk di Komisi III ngobrol dengan sesama anggota. Saat itulah, dia mengaku dipukul dua kali pada bagian pelipis kirinya oleh Dewa Rai. 

Informasi lain menyebutkan, peristiwa yang berlangsung singkat itu terjadi di ruang absen yang masih bagian dari ruang sidang utama DPRD Bali. Sehingga anggota dewan lainnya tidak melihat langsung peristiwa itu.

“Refleks saja. Saudara saya (Kadek Diana) sakit begitu, saya antar langsung ke RS Bali Mandara. Peristiwanya bagaimana saya tidak tahu,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba. 

Tamba pun tidak banyak bertanya saat mengantarkan Kadek Diana ke rumah sakit. “Saya tidak tanya juga. Saya tidak mau dia ribut juga biar darahnya nggak banyak keluar,” imbuhnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia