Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Tolak Ngiring, Jro Sujana Dua Tahun Kesakitan, Disembuhkan dalam Mimpi

17 Mei 2019, 10: 20: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tolak Ngiring, Jro Sujana Dua Tahun Kesakitan, Disembuhkan dalam Mimpi

Jro Nyoman Sujana (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Menjadi seorang Balian memang tak pernah terpikirkan di benak Jro Nyoman Sujana, 65. Bahkan kakek dengan 14 cucu ini mengaku sangat meboye dengan hal-hal yang berkaitan dengan dunia Balian. Sampai akhirnya ia mengalami sakit berkepanjangan selama 2 tahun yang tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya ia mendapat pawisik untuk ngiring paica dari Pura Dalem Peed, Nusa Penida dan menjadi seorang Balian.

Ditemui di rumahnya, Kamis (16/5) Jro Nyoman Sujana terlihat santai beristirahat. Ia dengan ramah menyambut kedatangan Bali Express (Jawa Pos Group) di kediamannya yang berlokasi di Banjar Paketan, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Pria yan berprofesi sebagai sopir angkot Isuzu itu pun memulai kisahnya sebelum menjadi seorang Balian. Bahkan dirinya mengaku tak ingin disebut sebagai predikat Balian. Sebab, ia mengklaim hanya membantu menjadi perantara dalam mengobati pasien yang datang ke rumahnya untuk memohon kesembuhan.

Jro Sujana menuturkan, sejatinya dirinya sangat meboye dengan hal-hal yang bersifat klenik berkaitan dengan Balian. Namun sakit yang tak kunjung sembuh dialaminya sejak tahun 1992 hingga tahun 1994.

Padahal, sebelum mengalami sakit berkepanjangan, Jro Sujana mengaku sudah mendapat pawisik untuk ngiring. Tetapi karena alasan ekonomi dirinya pun enggan  untuk ngiring dan mengabaikan pawisik tersebut.

“Sampai akhirnya sakit selama 2 tahun. Dibilang paru-paru basah, liver. Sampai CT Scan juga, dan paru-parunya hitam semua.. Sampai pulang paksa dari rumah sakit, karena diperkirakan akan meninggal satu minggunya lagi. Seluruh Bali saya cari Balian. Tapi tidak sembuh-sembuh,” kenang Jro Sujana.

Hingga akhirnya Jro Sujana menyerah dan berkenan untuk ngiring. Bahkan dalam mimpinya ia seolah didatangi oleh leluhurnya dan Anak Lingsir (orang tua, Red) dari Pura Pulaki. Tak hanya itu, dalam kondisi mimpi ia juga didatangi oleh seekor semut raksasa yang ukurannya konon sebesar rumah.

“Saya digigit semut besar itu tiga kali, itu seperti nyata. Mata saya memang terbuka, tapi sudah tidak melihat,” imbuhnya.

Lambat laun, pasca mimpi itu Jro Sujana akhirnya sembuh. Satu persatu pasien mulai berdatangan ke rumahnya untuk nunas tamba (obat, Red). Mereka yang datang sebut Jro Sujana tak hanya dari Bali saja. Bahkan ada yang dari Kalimantan, Jawa hingga Lombok untuk berobat. Rata-rata mereka datang lewat pawisik.

Lanjutnya, ada lima paica yang disungsungnya saat ini. Yakni Ratu Nak Lingsir yang diyakini dari Pura Pulaki dan sebagai wujud Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh atau Dang Hyang Nirartha. Pelinggih patung Ratu Nak Lingsir disungsung di kamar suci miliknya.

Kemudian ada pula empat tapakan. Masing-masing bernama Ratu Mas (Dalem Peed), Ratu Niang (Pura Tanah Kilap), Ratu Gede Sakti (Dalem Peed) Ratu Nak Lingsir (Pulaki) dan Ratu Bagus Poleng, (Dalem Peed). Tapakan itu juga distanakan di Kamar Suci rumahnya.

Selain itu ada pula pelinggih Catur Swara Rupa, Ratu Gamang di pekarangan rumahnya. Begitu juga patung Singa Bersayap yang mirip Ikon Kota Singaraja. Paica itulah yang menuntunnya saat membantu menyembuhkan orang.

Uniknya, setiap ada pasien yang datang ke rumahnya, Jro Sujana selalu berpesan agar dirinya tidak dianggap Balian. Bahkan, dia meminta agar pasien yang sembuh untuk tak mencerikatakan keberhasilannya kepada orang lain. Sebab, Jro Sujana mengaku risih disebut Balian. Selama ini hanya merasa sebagai perantara dari sesuhunan yang diiringnya.

“Tiang hanya memfasilitasi saja. Beliau yang memberikan petunjuk. Kalau orang ke sini datangnya Beteng dan Kajeng saat malam hari. Karena ancangan beliau saat malam sekitar pukul 19.00 Wita. Tapi kalau Purnama, Tilem dan hari raya tiang tidak melayani.” katanya lagi.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia