Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Koster : Kalau Terjadi Lagi Akan Langsung Di-PAW

Usai Damaikan Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai

17 Mei 2019, 14: 37: 42 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Koster  Kalau Terjadi Lagi Akan Langsung Di-PAW

DAMAI : Dewa Nyoman Rai dan Kadek Diana (kiri kanan di tengah) jabat tangan usai didamaikan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster (dua dari kanan), Jumat (17/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dua kader PDIP yang sempat berkelahi di kantornya, DPRD Bali, Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai, memenuhi panggilan induk partainya untuk datang ke DPD PDIP Bali, Jumat (17/5).

Di sana, mereka sepakat berdamai di depan Ketua DPD PDIP Bali, Nyoman Koster. Lisan dan tertulis dalam surat pernyataan bermaterai Rp 6 ribu.

Koster yang juga Gubernur Bali itu menegaskan, dia sudah memanggil keduanya untuk didamaikan. Meminta mereka untuk berkelakuan baik. Dan dikuatkan dengan surat pernyataan.

"Saya panggil tadi pagi. Jam 8. (Keduanya) menandatangani pernyataan berkelakuan baik. Artinya mereka harus berkelakuan baik ini. Yang kemarin (itu) kan tidak baik. Dan itu tidak boleh terulang lagi," tegas Koster yang dijumpai usai memimpin rapat evaluasi internal organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali di Jaya Sabha.

Mereka, sambung Koster, harus menaati instruksi partai. Kalau tidak, pihaknya akan melaporkan tindakan mereka selaku petugas partai di legislatif ke DPP untuk diganti (pergantian antarwaktu/paw). "Mau nggak di-PAW. Pada takut semua," ujarnya.

Karena itu, sambungnya, dia meminta keduanya mencabut laporan di kepolisian. "Kadek Diana sudah cabut laporan. Dewa Rai (cabut laporan) hari ini," sebutnya.

Setelah ini, lanjutnya, keduanya tidak boleh ribut lagi. Bila ada perbedaan pendapat agar diselesaikan secara internal. "Tidak umbar pamer ke publik," tegas mantan anggota DPR RI ini.

"Malu jadi anggota terhormat kok nggak terhormat. Jadi saya minta itu agar tidak diulangi lagi. Dan harus taat. Kalau terjadi lagi akan langsung di-PAW," imbuhnya.

Soal instruksi DPD pada 12 Mei 2019 lalu, Koster menyebutnya berlaku ke seluruh kader PDIP Bali.

"Itu (instruksi) kepada seluruh kader. Tapi mereka kan terlanjur maju. Jadi saya suruh cabut laporan," kata Koster saat disinggung soal instruksi DPD yang muncul hanya berselang dua hari sebelum insiden perkelahiran di DPRD Bali itu terjadi.

Di saat yang sama, Koster menepis juga keributan tersebut diwarnai aroma perebutan kursi ketua. Bahkan dia mengingatkan kepada semua kader untuk tidak memperebutkan posisi itu.

"Ngapain direbut. Itu kan penugasan partai dari pimpinan. Berkeinginan boleh. Tapi berebut nggak boleh. Tunggu tanggal 22 Mei 2019. Masih lama. Itu sudah ada paramater yang terukur. Nggak usah deh ada ambisi. Percuma. Nanti jadi sakit hati," pungkasnya seraya bergegas ke Bandara Ngurah Rai menjemput kedatangan Presiden Jokowi.

(bx/hai/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia